JAKARTA, KOMPAS.com - AMA, kepala sekolah nonaktif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, mendatangi kantor Polres Tangerang Selatan untuk meminta mediasi terkait dugaan child grooming ke siswi sekolahnya.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha mengatakan, AMA datang pada Jumat (15/5/2026) atas inisiatif sendiri.
Kedatangannya juga untuk berkonsultasi kepada polisi mengenai kasusnya.
Baca juga: Kepsek di SMK Tangsel Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswi, Kini Dinonaktifkan
"Kemarin kita lakukan penyelidikan berdasarkan dari hasil patroli siber terdapat beberapa link berita viral di medsos. Di tengah kami lakukan penyelidikan ke sekolahan, kami dapati informasi bahwa saudara AMA tiba di Polres Tangerang Selatan untuk mengkonsultasikan berita yang sedang beredar di media sosial," ujar Wira kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Sabtu (16/5/2026).
AMA kemudian diperiksa oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel.
"Kemudian unit PPA langsung mengambil keterangan yang bersangkutan hingga kurang lebih pukul 23.00 WIB," kata dia.
Dalam video yang diunggah akun Instagram tangerangonline, AMA mengaku sedang melakukan proses mediasi atas kasus dugaan child groming yang menyeret dirinya.
Ia juga mengaku telah mengundurkan diri sebagai kepala sekolah SMK tersebut pada Jumat (15/5/2026).
"Yang mungkin nanti akan dikawal oleh teman-teman dari Polres Tangerang Selatan," ucap dia dalam video tersebut.
AMA juga menyebut pemberitaan mengenai kasus dugaan child grooming yang beredar merupakan berita hoaks dan berharap agar isu tersebut bisa segera mereda.
"Mudah-mudahan berita hoaks ini segera berakhir dan nantinya akan bisa mereda dan akan kembali seperti sedia kala," tambah dia.
Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming oleh Kepsek di SMK Pamulang Tangsel
Polisi bantah mediasi
Namun, Wira menegaskan polisi tidak melakukan mediasi seperti yang diklaim AMA dalam video tersebut.
"Polres Tangerang Selatan tidak melakukan mediasi apapun ataupun mengawal untuk proses mediasi. Kami di posisi untuk memfaktakan terlebih dahulu informasi yang beredar di tengah masyarakat dalam proses penyelidikan," tegas dia.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan atas dugaan kasus child grooming yang dilakukan oleh AMA.