Coba Geely EX2 untuk Perjalanan Luar Kota, Ini yang Paling Terasa

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Mencoba kendaraan listrik di rute luar kota selalu jadi cara paling menarik untuk mengetahui karakter asli sebuah mobil. Tidak hanya soal jarak tempuh, tetapi juga bagaimana performa, kenyamanan, hingga efisiensi benar-benar bekerja di kondisi jalan yang beragam.

Kesempatan itu saya rasakan saat menjajal langsung Geely EX2 varian MAX dari Geely dalam perjalanan dari Jakartamenuju Sumedang. Rute ini cukup lengkap untuk menguji sebuah mobil listrik, mulai dari kemacetan ibu kota, jalan tol berkecepatan tinggi, hingga jalur menanjak dan berliku khas daerah pegunungan Jawa Barat.

Baca Juga :
Pasar Mobil Listrik Indonesia Kembali Berubah
BYD Tambah Varian Atto 1, Mobil Listrik Rp199 Jutaan Makin Menggoda

Kesan pertama saat melihat Geely EX2 adalah tampilannya yang simpel, tetapi tetap modern. Dimensinya tidak terlalu besar untuk ukuran SUV, justru terasa pas untuk penggunaan perkotaan. Posisi duduk pengemudi juga cukup nyaman dengan visibilitas yang baik ke segala arah.

Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa dari layar sentuh 14,6 inci yang mendominasi dashboard. Sistem infotainment Flyme Auto tampil cukup responsif saat digunakan untuk navigasi maupun pengaturan kendaraan. Varian MAX juga mendapat tambahan ambient light 256 warna yang membuat suasana kabin terasa lebih premium, terutama saat perjalanan malam hari.

Kamera 540 Geely EX2
Photo :
  • VIVA

Jok berlapis perforated leatherette terasa nyaman digunakan untuk perjalanan panjang. Kursi pengemudi juga sudah elektrik, sehingga memudahkan mencari posisi duduk ideal sebelum perjalanan dimulai.

Saat mulai bergerak keluar Jakarta menuju tol Cipularang, karakter mobil listrik langsung terasa. Geely EX2 menggunakan motor listrik permanent magnet synchronous motor dengan tenaga 85 kW dan torsi 150 Nm. Angkanya memang tidak terdengar besar, tetapi respons instan khas mobil listrik membuat akselerasinya terasa ringan di putaran bawah.

Mobil melaju halus tanpa suara mesin yang mengganggu. Bahkan ketika kecepatan mulai meningkat di jalan tol, kabin masih terasa cukup senyap. Hanya saja, saat melaju di atas 100 kilometer per jam, suara angin mulai sedikit terdengar dari area samping kendaraan.

Hal menarik lainnya adalah konfigurasi penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD). Jarang ada SUV listrik kompak yang memakai layout seperti ini. Efeknya cukup terasa ketika mobil diajak bermanuver di jalan berliku menuju Sumedang. Bagian depan terasa lebih ringan saat masuk tikungan, sementara distribusi tenaga tetap terasa halus.

Baca Juga :
Mobil Listrik Bikin Honda Rugi Rp275 Triliun
Pasar Mobil Listrik Global Mulai Melambat pada 2026
BYD Atto 1 Mau Naik Harga, Mobil Murahnya Sudah Gak Murah Lagi?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Cerita Kepala BPKP Gemetar Minta Izin Periksa Orang Dekat
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Usyk diizinkan tanding lawan Verhoeven
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Menlu Iran Sebut Warga AS sebagai Korban Perang Trump, Ungkap Lonjakan Utang dan Suku Bunga Hipotek
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Gong Myung, Aktor Ganteng Partner Shin Hye Sun di Drakor Filing for Love, Ternyata Kakak Doyoung NCT!
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Tiket Whoosh Ludes Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, 53 Ribu Penumpang Padati Kereta Cepat
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.