TEHERAN, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan warga Amerika Serikat (AS) menjadi korban perang Presiden AS Donald Trump.
Araghchi mengatakan agresi AS yang tak beralasan terhadap Iran telah membebani warga Amerika biasa dengan biaya ekonomi yang sebenarnya dapat dihindari.
Hal itu diungkapkan oleh Araghchi pada unggahannya di media sosial X, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Trump Puas jika Program Nuklir Iran Dihentikan 20 Tahun, tapi Harus Ada Jaminan
“Warga Amerika diberitahu bahwa mereka harus menanggung biaya perang yang meroket terhadap Iran,” tulisnya dilansir dari Press TV.
“Kesampingkan kenaikan harga bensin dan gelembung pasar saham. Penderitaan sebenarnya dimulai ketika utang AS dan suku bunga hipotek mulai melonjak,” ucapnya.
Menurut Araghchi, tunggakan pinjaman mobil di AS saat ini bahkan sudah mencapai level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.
“Semua ini sebenarnya dapat dihindari,” kata Araghchi.
AS-Israel melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang berujung pada gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Trump Peringatkan Taiwan Usai Bertemu Xi Jinping, Tak Boleh Deklarasi Kemerdekaan dari China
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Press TV
- abbas araghchi
- iran
- warga amerika
- donald trump
- perang iran





