Mataram, ERANASIONAL.COM – Seorang pendaki bernama Endang Subarna dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Korban yang berusia 48 tahun itu diketahui mendaki melalui jalur Sembalun bersama rombongan pada Kamis (14/5/2026) pagi dengan didampingi porter dan tour organizer.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Budy Kurniawan, mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat.
“Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban,” kata Budy Kurniawan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, sebelum insiden terjadi, korban dan rombongan sempat beristirahat di Pos 4 jalur pendakian Sembalun karena cuaca hujan deras. Mereka berteduh dengan didampingi dua orang guide.
Sekitar pukul 16.00 Wita, hujan mulai reda dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.
Namun nahas, baru sekitar 15 menit berjalan kaki, korban membuka jas hujannya lalu tiba-tiba menunduk dan terjatuh pingsan di jalur pendakian.
“Namun sekitar 15 menit jalan kaki korban membuka jas hujan nya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian,” katanya.
Guide yang mendampingi langsung memberikan pertolongan pertama dengan memanggil korban, tetapi tidak mendapat respons.
Beruntung, di lokasi tersebut terdapat seorang dokter yang juga sedang melakukan pendakian.
Dokter itu langsung membantu memberikan penanganan medis darurat kepada korban.
Tim gabungan dari TNGR dan Emergency Medical Handling Center (EMHC) kemudian melakukan koordinasi cepat.
Korban diketahui mengalami gagal napas sehingga dilakukan proses resusitasi jantung paru (RJP) dengan arahan tim medis.
Meski proses evakuasi dan penanganan dilakukan secepat mungkin, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
“Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong,” ujar Budy.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu menjaga kondisi fisik dan memperhatikan faktor cuaca ekstrem saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani. []





