HIMKI Yakin Kreativitas dan Industrialisasi Bisa Perkuat Pasar Kerajinan Indonesia

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) meyakini Indonesia mampu memperkuat posisi di pasar global melalui perpaduan kreativitas dan industrialisasi sektor kerajinan nasional.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan kekuatan industri modern ditopang kawasan manufaktur yang berkembang, rantai pasok terintegrasi, pendidikan teknik, investasi teknologi, serta budaya kerja yang berfokus pada efisiensi dan kualitas.

Menurut dia, Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat industri kerajinan karena didukung kreativitas, seni, desain, dan kekayaan budaya lokal.

Ia menilai Bandung dan sejumlah kota kreatif lain di Indonesia memiliki banyak talenta kreatif, perajin unggul, dan desainer berbakat yang mampu menjadi kekuatan ekonomi nasional.

HIMKI Tinjau Industri Furnitur di China

Delegasi HIMKI pada Jumat (15/5) meninjau kawasan industri furnitur dan woodworking machinery di Qingdao, Shandong, China.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pengembangan industri furnitur dan teknologi pengolahan kayu modern.

Abdul Sobur mengikuti pameran furnitur dan mesin pengolahan kayu serta meninjau proses produksi mesin woodworking premium.

Ia juga melihat lini mesin finishing high gloss dan piano finish yang digunakan untuk menghasilkan produk kelas dunia.

Menurut dia, kreativitas tanpa industrialisasi akan sulit berkembang menjadi kekuatan ekonomi global.

Sebaliknya, industrialisasi tanpa kreativitas hanya akan menghasilkan produk massal tanpa karakter.

“Masa depan industri Indonesia terletak pada kemampuan mempertemukan kreativitas dengan disiplin industri dan teknologi modern,” ujarnya.

Kemenperin Targetkan Indonesia Jadi Hub Furnitur Global

HIMKI optimistis Indonesia memiliki peluang besar karena didukung pasar domestik yang luas, sumber daya alam, bonus demografi, kreativitas budaya, dan posisi geopolitik strategis.

“Bila kreativitas Indonesia dipertemukan dengan keberanian industrialisasi dan konsistensi kebijakan, maka Indonesia tidak hanya bisa menjadi pasar dunia, tetapi juga menjadi salah satu pusat produksi kreatif dunia di masa depan,” ungkap Abdul Sobur.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri nasional.

Kemenperin mencatat sektor furnitur dan kerajinan terhubung langsung dengan pasar global bernilai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 mencapai 5,30 persen atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Kemenperin juga menjalankan program restrukturisasi mesin dan peralatan industri pengolahan kayu yang telah memfasilitasi 35 perusahaan dengan total reimbursement mencapai Rp26,1 miliar.

Program tersebut diklaim mampu meningkatkan efisiensi produksi sebesar 10,70 persen, mutu produk 36,28 persen, dan produktivitas hingga 32,65 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkop Dorong Petani Tebu Jadi Pemilik Saham Pabrik Gula Lewat Koperasi
• 18 jam laludetik.com
thumb
Kasus Pencurian Tas di Soetta, InJourney Airports Pastikan Pelaku Bukan Karyawannya
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
DPR Minta Pemerintah Beri Kebijakan Afirmatif untuk Guru Honorer di Seleksi PPPK
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Waka MPR: SMAN 1 Pontianak Tolak Final Ulang LCC, Kami Segera Putuskan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kebut Revitalisasi Sekolah, Skema 70:30 Kunci Transparansi Dana
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.