FAJAR, LUWU UTARA – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan momen bersejarah usai melakukan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar di Kecamatan Rongkong dan Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utawa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keberhasilan itu menandakan, petani terdaftar di wilayah terluar Sulsel ini berhasil melakukan penebusan perdana.
Kecamatan Rongkong memiliki jarak sekitar 70 kilometer dari Kecamatan Sabbang dengan akses infrastruktur jalan yang relatif baru tersedia menuju wilayah tersebut sehingga sebelumnya petani di Rongkong belum banyak tersentuh sosialisasi terkait pupuk bersubsidi.
Regional CEO Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani mengatakan bahwa momen bersejarah penebusan perdana ini dapat terlaksana usai mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
“Kami mengapresiasi dukungan dan komitmen pemerintah daerah sehingga petani di Kecamatan Rongkong kini dapat melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Pupuk Indonesia siap mendukung kelancaran penyaluran agar pupuk dapat diterima petani secara tepat sasaran dan tepat waktu,” demikian ungkap Wisnu.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Utara bersama jajaran pemerintah daerah dan petani Kecamatan Rongkong. Dikatakan Wisnu, berhasil mencatat total penebusan pupuk bersubsidi mencapai 325 ton dengan antusiasme petani yang tinggi terhadap program penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Rongkong.
Pada tahun 2026 ini, kelompok tani di Kecamatan Rongkong baru terbentuk dengan jumlah sebanyak 627 petani dan telah diinput dalam sistem e-RDKK (elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok) Kementerian Pertanian sehingga alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah tersebut dapat dimunculkan. Dalam teknis pelaksanaan penyalurannya, petani Rongkong akan dilayani oleh PPTS UD Halifa Tani di Kecamatan Sabbang secara virtual.
Wisnu menambahkan, tingginya antusiasme petani pada kegiatan tebus bersama ini menunjukkan besarnya kebutuhan pupuk bersubsidi di wilayah Rongkong. Menurutnya, momentum penebusan perdana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat setempat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyampaikan bahwa penebusan perdana pupuk bersubsidi ini merupakan hal yang telah lama dinantikan oleh masyarakat tani Kecamatan Rongkong. Menurutnya, wilayah Rongkong memiliki karakteristik geografis yang khas dengan ketinggian mencapai sekitar 1.800 mdpl sehingga sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian.
Selama ini, petani di Kecamatan Rongkong masih mengandalkan pupuk kandang organik dan belum pernah melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Kehadiran pupuk bersubsidi diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas komoditas pertanian masyarakat setempat sekaligus memperkuat sektor pertanian di wilayah pegunungan Kabupaten Luwu Utara.
“Momentum ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia dalam menghadirkan akses pupuk bersubsidi yang lebih merata hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis,” kata Andi Abdullah. (*)





