BMW vs Mercedes-Benz: Lebih Laku Mana di Indonesia?

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pasar mobil Eropa di Indonesia masih menunjukkan dinamika tersendiri di tengah dominasi merek Jepang dan meningkatnya kehadiran pabrikan China. Meski volumenya tidak sebesar merek massal, sejumlah brand asal Eropa tetap mempertahankan eksistensinya di segmen premium nasional.

Dilihat VIVA Otomotif dari data retail sales Gaikindo, Sabtu 15 Mei 2026, sepanjang Januari hingga April 2026 BMW menjadi merek mobil Eropa dengan penjualan terbesar di Indonesia. Sepanjang empat bulan pertama tahun ini, BMW mencatat total retail sales sebanyak 856 unit.

Baca Juga :
Mobil Sedan Honda Absen dari Data Distribusi Gaikindo
Terpopuler: Rupiah Melemah, Kredit Mobil, hingga Persaingan Mobil China

Pada April 2026 saja, BMW berhasil menjual 212 unit kendaraan langsung ke konsumen. Capaian tersebut membuat merek asal Jerman itu masih menjadi salah satu pemain utama di segmen premium nasional.

Mercedes-Benz juga masih menjaga pasar kendaraan premium di Indonesia melalui lini passenger car mereka. Sepanjang Januari hingga April 2026, Mercedes-Benz PC mencatat penjualan 322 unit.

Selain mobil penumpang, Mercedes-Benz Commercial Vehicle juga masih aktif bermain di segmen kendaraan niaga premium. Divisi tersebut membukukan penjualan 344 unit selama empat bulan pertama tahun ini.

Volkswagen tetap mempertahankan kehadirannya di pasar nasional meski volumenya relatif terbatas. Merek asal Jerman tersebut mencatat total retail sales 68 unit sepanjang Januari hingga April 2026.

Mini juga masih memiliki pasar tersendiri di Indonesia, terutama di segmen hatchback premium kompak. Penjualan Mini tercatat 125 unit selama empat bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, Volvo Cars membukukan total penjualan 16 unit sepanjang Januari hingga April 2026. Audi juga masih hadir di pasar nasional dengan total retail sales 6 unit pada periode yang sama.

Pasar mobil Eropa di Indonesia memang cenderung bermain di segmen premium dan niche market. Karena itu, volume penjualannya tidak sebesar merek yang bermain di segmen massal seperti MPV atau LCGC.

Selain faktor harga, konsumen mobil Eropa umumnya mempertimbangkan aspek kenyamanan, teknologi, performa, dan prestise merek. Hal tersebut membuat karakter pasar mobil Eropa berbeda dibanding kendaraan massal.

Di tengah perkembangan kendaraan elektrifikasi dan SUV modern, merek Eropa juga mulai menghadirkan teknologi baru di Indonesia. Kehadiran model elektrifikasi premium diperkirakan akan menjadi salah satu fokus pasar otomotif nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga :
Apa Kabar Mobil Honda di Indonesia?
Terpopuler: Penjualan Mobil China, BYD Masuk 3 Besar, hingga Rupiah Melemah
Kurs Rupiah Tertekan, Industri Otomotif Mulai Waspada

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran RSUD dr Soetomo Berasal dari Lantai 5
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Analisis Ilmiah Klaim Paul L. Peyerl dalam Rilis Dokumen UFO Nazi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Bikin Bobotoh Bangga, Persib Kembali Kantongi Lisensi AFC Selama 9 Tahun Beruntun
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Memahami Larangan Potong Kuku dan Rambut bagi Shohibul Kurban
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah
• 39 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.