Pendekatan TCM Disebut Bisa Bantu Cegah Stroke Sejak Usia Muda

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pengobatan tradisional China atau traditional Chinese medicine (TCM) dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan pencegahan stroke sejak usia muda di tengah perubahan gaya hidup modern yang meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Pakar pengobatan Timur asal Yogyakarta, Arief Aditama atau yang akrab disapa Suhu Tomy, mengatakan stroke kini tidak lagi identik dengan penyakit usia lanjut karena mulai banyak menyerang kelompok usia di bawah 40 tahun.

“Perubahan zaman membuat pola hidup manusia turut berubah, mulai dari beban pikiran yang semakin rumit, konsumsi yang serba instan, hingga perubahan kebiasaan dan lingkungan yang kian tercemar,” ujar Tomy.

Ia menjelaskan dalam konsep TCM, tubuh manusia dipandang sebagai miniatur alam semesta yang harus dijaga keseimbangannya agar terhindar dari penyakit.

TCM Fokus pada Pencegahan Penyakit

Menurut Tomy, pencegahan stroke idealnya dilakukan jauh sebelum gejala muncul dengan menjaga keseimbangan tubuh sejak dini.

Dalam konsep TCM, gangguan aliran energi atau qi, buruknya sirkulasi darah, dan stres berkepanjangan diyakini dapat memicu gangguan pembuluh darah otak.

“Hal yang paling mudah dan utama untuk mencegah strok tentu dengan memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh,” ungkapnya.

Tomy menyebut Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Ia mencontohkan rempah seperti bawang putih, jahe, kunyit, dan kayu manis yang dinilai bermanfaat membantu melancarkan peredaran darah, mengontrol gula darah, serta menurunkan kolesterol.

“Hal ini sederhana, namun kurang disadari masyarakat yang lebih sering memilih menambah garam atau gula berlebih,” katanya.

Akupunktur hingga Tai Chi Jadi Terapi Pendamping

Selain pencegahan, TCM juga disebut dapat menjadi terapi pendamping bagi penderita stroke bersama pengobatan medis modern.

“Pada prinsipnya TCM dapat berjalan beriringan dengan pengobatan modern ala Barat,” ujar Tomy.

Ia menjelaskan terapi seperti akupunktur digunakan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi kekakuan otot, hingga membantu pemulihan saraf dan kemampuan bicara pasien stroke.

Selain itu, terapi pijat Tuina dan latihan pernapasan seperti Tai Chi serta Qi Gong juga digunakan untuk membantu rehabilitasi motorik dan mengurangi stres pasien.

Tomy mengingatkan penggunaan herbal bagi pasien yang menjalani pengobatan medis harus diawasi praktisi profesional karena berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu seperti pengencer darah.

“Penyembuhan strok membutuhkan kesiapan fisik, mental dan emosional dari sisi penderita,” ucap Tomy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Dekat dengan Mantan Staf Kementerian, Ayu Ting Ting: Emang Gak Boleh Buka Hati?
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Persiapan Tahap Akhir, Kremlin Pastikan Putin Segera Kunjungi Tiongkok
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Super League Hari Ini, Sabtu 16 Mei 2026: Persija Tantang Persik, Persis Solo Hadapi Tekanan Dewa United
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Hari kedua libur panjang, wisatawan ke Puncak turun 6,5 persen
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Sambil Tunggu Wukuf, Intip Cara Jemaah Calon Haji Optimalkan Waktu di Makkah
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.