Pemuda dari Berbagai Provinsi Gotong Royong Bersihkan Aksi Vandalisme di Sejumlah Fasilitas Publik Kota Yogyakarta

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta, tvOnenews.com – Gerakan gotong royong di era modern mulai bergeser maknanya. Namun, sebuah inisiatif unik muncul dari sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gotong Royong Indonesia.

Para pemuda yang datang dari berbagai penjuru nusantara mulai dari Jambi, Medan, Kalinantan, Sulawesi hingga Madura tersebut, berkumpul dan bergotong royong membersihkan sisa-sisa vandalisme yang mengotori fasilitas publik.

Aksi ini muncul dari keprihatinan dimana fasilitas publik adalah milik bersama yang kenyamanannya menjadi tanggung jawab kita semua. 

Sayangnya, banyak fasilitas yang kini tertutup vandalisme dan kehilangan estetikanya.

Para pemuda ini membersihkan sejumlah halte trans Jogja yang kotor oleh coretan dari pihak yang tidak bertanggungjawab, diantaranya di Halte Trans Jogja di Jl. A.M Sangaji No.49, Jetis, Kota Yogyakarta.

Salah satu penggerak aksi ini, Firman Maulana, Fakultas Bisnis dan Humaniora, Universitas Teknologi Yogyakarta, menegaskan bahwa komunitasnya ingin mengambil posisi khusus dalam memaknai kerja sama.

Mereka mencoba menghidupkan kembali filosofi asli warisan budaya bangsa tanpa embel-embel materi atau "variabel rupiah".

Di saat banyak kegiatan sosial yang masih bergantung pada pendanaan atau upah, komunitas Gotong Royong Indonesia justru menutup pintu bagi variabel uang.

Dalam arti kegiatan ini bukan tanpa imbalan rupiah, tapi doing social activity-nya tidak memberi rupiah atau menyumbang. Namun mereka tetap dapat reward atau credit point.

"Gotong royong yang hari ini itu kadang harus ada variabel rupiahnya, ada harta bendanya. Nah, sementara kalau Gotong Royong ini posisinya kita mengambil kekhususan di mana nggak boleh ada variabel rupiah ketika kita bekerja sama," ujar Firman.

Senada hal itu, Arya Wijaya atau disapa Awi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta mengatakan sebagai gantinya, para mahasiswa/mahasiswi ini mengedepankan apa yang mereka sebut sebagai "mata uang abadi".

Alih-alih menyumbang uang, setiap anggota diwajibkan untuk mewakafkan tiga hal utama: Waktu, Tenaga, dan Pikiran.

Aksi ini tidak hanya sekadar membersihkan coretan di dinding kota, tetapi juga menjadi sarana advokasi nilai-nilai luhur bagi generasi muda termasuk menggandeng komunitas lainnya seperti hijaunesia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paris Jackson Menang Gugatan soal Pengelolaan Warisan Michael Jackson
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Indonesia Tekor Rp9,6 Triliun! Ini 5 Modus Licik Penipuan Online Paling Banyak Memakan Korban
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
AQUA Hadirkan Edukasi Kesehatan & Produk Berkualitas untuk Keluarga
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Akun Medsos Diduga Milik Juri LCC Indri Wahyuni Minta Maaf Hanya Lewat Bio Instagram, Warganet Geram
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Risiko Bencana Meningkat, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Mandiri dan Cepat Tanggap
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.