REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Peran Musyrif Diny dari unsur organisasi perempuan terus diperkuat dalam mendampingi jamaah haji. Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Musyrif Diny akan memperkuat pendampingan.
Musyrif Diny dari PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Lilik Nur Kholidah Badrus Sholeh, menyampaikan pendampingan difokuskan pada peningkatan pemahaman ibadah sekaligus kesiapan jamaah perempuan yang jumlahnya mendominasi.
Baca Juga
Presiden RI Akui MBG Banyak Masalah: Kita Harus Tertibkan!
Armada Global Sumud Terabas Cuaca Buruk di Laut Mediterania
Sebelum Pulang, Delegasi AS Buang Semua Barang Pemberian dari China, Ada Pin Hingga HP
“Atas nama PP Muslimat Nahdlatul Ulama, kami diberi tugas untuk menjadi Musyrif Diny haji 2026,”kata dia.
Ia menjelaskan sekitar 56 persen jamaah haji merupakan perempuan sehingga membutuhkan pendampingan, terutama terkait tata cara ibadah serta kesiapan diri selama menjalani rangkaian haji.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pendampingan dilakukan melalui edukasi langsung di hotel dan sektor pemondokan, agar jemaah memahami rukun, wajib, dan teknis pelaksanaan ibadah sesuai syariat.“Kami memberikan sosialisasi dan edukasi di setiap hotel dan sektor agar jemaah memahami apa saja yang diperlukan dalam pelaksanaan haji sesuai aturan,” kata Lilik.
Sementara itu, Musyrif Diny lainnya, Rohimi Zam Zam, menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna, yang menjadi fase paling krusial dalam ibadah haji.
Menurut dia, kekuatan stamina menjadi faktor utama agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal, termasuk saat wukuf di Arafah.
“Jaga fisik kita sampai pada titik puncaknya di wukuf. Ini penting agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalankan dengan baik,”kata dia.