Hacker Iran Dituding Serang SPBU di AS, Berpotensi Bikin Kebocoran Gas dan BBM

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) menuding kelompok peretas (hacker) asal Iran berada di balik serangkaian pembobolan sistem pemantau volume bahan bakar pada tangki penyimpanan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di beberapa negara bagian.

Menurut sumber yang mendapatkan pengarahan terkait insiden ini, para peretas mengeksploitasi sistem pengukur tangki otomatis (automatic tank gauge/ATG) yang terhubung secara daring tanpa dilindungi kata sandi. Celah keamanan ini memungkinkan pelaku memanipulasi tampilan data indikator tangki, meski tidak mengubah volume riil bahan bakar di dalamnya, seperti dikutip dari CNN.

Baca Juga
  • Kebanjiran Order 13 Negara, Gubernur Khofifah Beberkan Keunggulan Lulusan SMK Jawa Timur
  • Sebelum Pulang, Delegasi AS Buang Semua Barang Pemberian dari China, Ada Pin Hingga HP
  • Trump Pergi, Putin akan Datang, Pertama Kali China Terima Pemimpin AS-Rusia di Bulan yang Sama

Kendati infiltrasi siber ini dilaporkan tidak menimbulkan kerusakan fisik atau korban jiwa, insiden tersebut memicu kekhawatiran serius terkait aspek keselamatan. Para pakar keamanan swasta dan pejabat AS memperingatkan bahwa akses ilegal terhadap sistem ATG secara teori dapat membuat kebocoran gas atau bahan bakar tidak terdeteksi.

Pihak penyelidik menyatakan bahwa rekam jejak Iran yang kerap mengincar sistem tangki bahan bakar menjadi alasan utama negara tersebut menjadi tertuduh utama. Namun, sumber tersebut mengingatkan bahwa pemerintah AS kemungkinan akan kesulitan memastikan pelaku secara definitif akibat minimnya bukti forensik digital yang ditinggalkan peretas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Hingga saat ini, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) belum memberikan komentar resmi terkait peretasan ATG ini, sementara Biro Investigasi Federal (FBI) menolak memberikan pernyataan.

Hacker (Ilustrasi) - (Flickr)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 WNA Dijambret di Jakpus dalam Sebulan, Waspadai Celahnya!
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Tiba di Jatim Resmikan Museum Ibu Marsinah
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Probo Ajak Publik Dewasa dalam Menyikapi Kritik Amien Rais
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
BNPP Sebut Penguatan Pengendalian Fraud Jadi Kebutuhan Mendesak
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tragis! Kakak Adik Tertimpa Tembok Ruko Ambruk di Magetan, 1 Orang Tewas
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.