Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan peristiwa pembunuhan aktivis buruh Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi apabila nilai-nilai Pancasila dan konstitusi dijalankan dengan benar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan Indonesia dibangun berdasarkan semangat persatuan, keadilan sosial, dan asas kekeluargaan sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut Prabowo, Pasal 33 UUD 1945 telah mengamanatkan sistem ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan sehingga pihak yang kuat harus membantu kelompok yang lemah.
Prabowo Ingatkan Aparat dan Pemimpin Bekerja untuk RakyatDalam pidatonya, Prabowo menyebut buruh, petani, nelayan, aparat negara, tentara, dan polisi merupakan bagian dari rakyat yang wajib dilindungi negara.
Ia juga mengingatkan bahwa para pejabat, birokrat, hingga aparat keamanan bekerja atas mandat rakyat.
“Aparat, tentara, polisi anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat, dibeli sepatu oleh rakyat, dibeli topi oleh rakyat, dibeli pangkat oleh rakyat,” ujarnya.
Prabowo mengaku bersyukur tragedi Marsinah terjadi di masa lalu dan berharap peristiwa itu menjadi pelajaran untuk memperbaiki kehidupan bernegara.
“Dan Alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, kita perbaiki,” katanya.
Presiden Ajak Pengusaha Bangun Semangat Indonesia IncorporatedPresiden juga menyinggung pola pikir sebagian pelaku usaha yang terlalu mengejar keuntungan tanpa memperhatikan nilai kemanusiaan.
Menurut Prabowo, pola tersebut bertentangan dengan semangat berdirinya Republik Indonesia.
Ia kemudian mengajak para pengusaha membangun konsep Indonesia Incorporated yang menempatkan seluruh rakyat sebagai bagian dari pemilik kekayaan bangsa.
“Indonesia Incorporated sebetulnya artinya adalah negara kekeluargaan jadi semua bangsa ini satu korporasi,” ucap Prabowo.
Presiden menegaskan seluruh rakyat Indonesia berhak menikmati kekayaan negara dan seluruh pemimpin memiliki tanggung jawab memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.




