jpnn.com - TANGSEL - Keceriaan memancar dari wajah 30 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) SPS Briliant, Desa Bojong Renged, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, saat mengunjungi Aviary Park Indonesia di Bintaro Creative District, Tangerang Selatan, Selasa (12/5) lalu.
Tujuan kunjungan bertitel Kak Rara Jelajah Aviary itu bukan hanya untuk mengajak anak-anak bermain, melainkan juga dalam rangka belajar berbagai jenis burung dan satwa melalui kegiatan edukatif.
BACA JUGA: CSR PIK2 Bantu Koperasi Merah Putih, Warga Tegalangus & Tanjung Pasir Dapat Sembako Terjangkau
Kak Rara adalah ikon dari program Pojok Literasi sebagai perwujudan tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK2.
Kegiatan utamanya ialah menggelar program edukatif, seperti belajar sambil bermain, mendongeng, dan aktivitas kreatif lainnya untuk mendorong anak-anak lebih berani bercerita dan bereksplorasi.
BACA JUGA: Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK2 Sediakan Shuttle, Penonton Bisa Berangkat dari Banyak Titik
Bagi anak-anak usia dini, pengalaman seperti itu menjadi momen penting. Mereka tidak hanya menerima cerita dari guru di ruang kelas, tetapi juga melihat langsung objek yang selama ini mungkin hanya mereka kenal lewat gambar, buku, atau video.
Suasana riang sudah terasa sejak kegiatan Kak Rara Jelajah Aviary dimulai. Anak-anak berjalan berkelompok dengan pendamping.
BACA JUGA: Proaktif Cegah Stunting, PIK2 Gelar UPIK CERDAS untuk Sentuh Balita dan Ibu Hamil
Beberapa dari mereka tampak penasaran saat melihat burung dengan warna mencolok. Ada juga yang terus bertanya tentang nama satwa yang berada di hadapan mereka.
Anak-anak PAUD dari Teluknaga belajar di Aviari Park Indonesia. Kunjungan ini sangat seru dan menyenangkan. Foto: CSR PIK2
Meski dikemas dengan cara sederhana, kegiatan itu tetap menyenangkan. Bersama Kak Rara, anak-anak PAUD SPS Briliant diajak mengenal alam melalui cerita, pengamatan, dan interaksi langsung.
Cara tersebut membuat proses belajar terasa dekat dengan dunia anak-anak.
Bagi para peserta kecil dari Desa Bojong Renged, perjalanan ke Aviary Park menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Sebab, mereka pulang membawa cerita baru tentang burung, satwa, alam, dan rasa ingin tahu yang terus tumbuh.
Salah satu guru PAUD SPS Briliant menyampaikan kegiatan di Aviary Park menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak.
Dia menilai pembelajaran luar ruang memberi dampak positif bagi perkembangan anak.
Anak-anak bisa melihat langsung, bertanya, dan mengingat pengalaman yang mereka alami sendiri.
“Kegiatan hari ini tujuannya agar anak-anak bisa lebih berkembang, lebih maju, dan mengetahui wisata alam di luar sana, selain belajar di dalam ruangan,” katanya.
Selain mengenal satwa, anak-anak juga belajar tentang keberanian dan kebersamaan. Mereka belajar mengikuti arahan guru, berjalan bersama teman, serta menjaga sikap selama berada di tempat umum.
Momen sederhana seperti melihat burung dari dekat, mendengar suara satwa, atau bertanya kepada pendamping dapat menjadi bagian dari proses belajar yang kuat bagi anak usia dini.
Melalui kegiatan ini, CSR PIK2 berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih luas bagi anak-anak.
Pembelajaran tidak dibatasi oleh dinding kelas karena anak-anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan dengan cara yang aman dan menyenangkan.
Kegiatan Kak Rara Jelajah Aviary juga menjadi bagian dari komitmen CSR PIK2 pada pilar pendidikan.
Program ini diarahkan untuk memberi kesempatan kepada anak-anak agar dapat tumbuh, belajar, dan memiliki mimpi yang lebih besar.
Pojok Literasi CSR PIK2 sendiri merupakan program yang rutin hadir untuk menumbuhkan minat belajar anak-anak.
Program ini tidak hanya menempatkan literasi sebagai kegiatan membaca, tetapi juga sebagai proses mengenal lingkungan, memahami pengalaman, dan membangun rasa ingin tahu.(ikl/jpnn.com)
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : JPNN.com




