Prabowo Jadikan Marsinah Lambang Perjuangan Lawan Kolusi

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto Resmikan Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, (16/5/26). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, sebagai lambang perjuangan rakyat melawan ketamakan pihak-pihak berkuasa yang melakukan kolusi.

Prabowo mengatakan, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji melalui tindakan kolusi hanya karena memperjuangkan hak-hak kaum buruh tak lagi boleh terjadi ke depannya. Sebab, bertentangan dengan falsafah dasar Pancasila, yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan.


Baca: Buruh Dapat Berderet Kado dari Presiden Prabowo, Ini Daftarnya

"Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila," ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, sila keadilan sosial dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah. Makanya, para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras.

"Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya," katanya.

Dalam momen peresmian tersebut, Presiden turut melihat langsung kondisi kamar Marsinah yang dipertahankan sebagaimana adanya sebagai pengingat atas perjuangan dan pengorbanannya.

"Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita," cerita Presiden.

Untuk itu, Presiden pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk membangun semangat "Indonesia Incorporated." Dari pandangan ini, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham atas kekayaan bangsa, dan negara wajib memastikan kekayaan tersebut dinikmati seluruh rakyat secara adil.

Baca: Prabowo Lapor Buruh: Marsinah Jadi Pahlawan Nasional & Sahkan UU PPRT

Oleh sebab itu, ia menekankan, semangat Indonesia Incorporated bukan sebaliknya, yakni pemimpin, pejabat, atau dipilih langsung oleh rakyat malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia.

"Ini perjuangan kita bersama," tuturnya. "Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah," tegas Prabowo.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jaksa Agung Setor Rp 10,2 T ke Negara: Tak Boleh Ada Kebocoran!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Susanto Triyogo Soroti Rasio Gini dan Efektivitas APBD Kota Bandung Tahun Anggaran 2025
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jumlah Kendaraan ke Puncak Menurun Sore Ini, Arah Jakarta Naik
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Sudirman Said Sebut Banyak yang Dukung JK di Polemik Dugaan Penistaan Agama
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ngeri! Modus Lowongan Pekerjaan, Mahasiswi di Makassar Langsung Disekap | SAPA MALAM
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Garap Film Komedi Horor, Imam Darto Dapat Pelajaran Berharga Trik Sembunyikan Hantu
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.