EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Kamis (14 Mei) menyampaikan pernyataan tegas bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah. Ia juga memperingatkan PKT bahwa upaya melakukan apa yang disebut “penyatuan” dengan menggunakan kekuatan militer akan menjadi sebuah “kesalahan yang mengerikan”.
Selain itu, terkait situasi di Selat Hormuz, Rubio mengatakan bahwa penyelesaian krisis juga sejalan dengan kepentingan Beijing sendiri.
Dalam wawancara khusus dengan NBC News pada Kamis, Rubio menegaskan bahwa kebijakan AS mengenai Taiwan tidak pernah berubah. Ia juga memperingatkan bahwa jika PKT menyerang Taiwan dengan kekuatan militer, itu akan menjadi kesalahan besar.
“Xi selalu dengan jelas mengatakan bahwa apa yang mereka sebut sebagai ‘penyatuan’ cepat atau lambat harus terjadi. Kami percaya bahwa memaksakan hal itu melalui kekuatan militer atau cara serupa lainnya akan menjadi kesalahan yang mengerikan. Itu akan memicu konsekuensi global, bukan hanya dari Amerika Serikat,” ujarnya.
Rubio juga menyoroti ambisi strategis Beijing dan mengatakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, militer PKT berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Saya pikir tujuan mereka bukan hanya Taiwan. Saya rasa ambisi mereka pada akhirnya adalah memiliki kemampuan memproyeksikan kekuatan secara global seperti yang dimiliki Amerika Serikat saat ini,” ujarnya.
Mengenai isu Iran, Rubio mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump memang mengangkat masalah Iran dalam pembicaraan dengan pemimpin PKT Xi Jinping, tetapi tidak meminta bantuan dari Beijing.
Menurut Rubio, Beijing juga menyatakan tidak mendukung militerisasi ataupun pengenaan biaya di Selat Hormuz.
Sehari sebelumnya, saat diwawancarai Fox News di atas Air Force One, Rubio mengatakan bahwa Beijing tidak menginginkan krisis di selat tersebut.
“Jika ekonomi dunia runtuh akibat krisis di selat ini, maka kemampuan negara-negara untuk membeli barang-barang Tiongkok juga akan menurun, dan ekspor Tiongkok akan merosot tajam. Karena itu, menyelesaikan krisis ini sesuai dengan kepentingan mereka sendiri,” ujarnya.
Dilaporkan oleh reporter NTD, Yi Jing.





