Honda mencatat kerugian tahunan pertama sejak 1955 pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Produsen otomotif asal Jepang tersebut membukukan rugi bersih sebesar 423,9 miliar yen atau sekitar US$2,6 miliar, setelah menanggung beban besar dari penurunan nilai investasi dan penyesuaian strategi kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Kerugian tersebut muncul setelah Honda mencatat beban terkait EV sebesar 1,57 triliun yen atau sekitar US$10 miliar. Nilai tersebut berasal dari penurunan nilai aset, pembatalan pengembangan model kendaraan listrik, serta penyesuaian investasi elektrifikasi perusahaan.
Dalam laporan keuangannya, Honda menyatakan tambahan kerugian terbesar muncul pada kuartal IV tahun fiskal 2026, seiring perubahan strategi pengembangan kendaraan listrik yang sebelumnya menjadi fokus investasi perusahaan.
Sepanjang tahun fiskal 2026, Honda mencatat pendapatan sebesar 21,79 triliun yen, naik 0,5% dibandingkan periode sebelumnya. Namun peningkatan pendapatan tersebut tidak mampu menahan tekanan terhadap profitabilitas perusahaan.
Laba operasional Honda berubah menjadi rugi sebesar 414,3 miliar yen dari sebelumnya mencatat laba 1,21 triliun yen pada tahun fiskal sebelumnya. Margin operasional juga turun dari 5,6% menjadi minus 1,9%.
Divisi otomotif menjadi sumber tekanan terbesar. Segmen tersebut mencatat rugi operasional sebesar 1,41 triliun yen akibat dampak restrukturisasi investasi kendaraan listrik dan kenaikan beban operasional lainnya.
Honda juga mencatat tekanan tambahan dari faktor eksternal. Dampak tarif perdagangan mengurangi laba perusahaan sebesar 346,9 miliar yen. Perseroan juga menghadapi kenaikan biaya riset dan pengembangan serta tekanan rantai pasok global.
Dari sisi penjualan, volume kendaraan roda empat Honda turun menjadi 3,38 juta unit dari sebelumnya 3,71 juta unit. Penurunan terjadi terutama di pasar Asia.
Baca Juga: CEO Honda Akui Tak Punya Kesempatan Melawan Pabrikan Otomotif China
Baca Juga: Perdana, Honda Jual Mobil Listrik Buatan China di Pasar Jepang
Di tengah pelemahan bisnis kendaraan roda empat, divisi sepeda motor mencatat peningkatan kinerja. Honda membukukan laba operasional divisi tersebut sebesar 731,9 miliar yen. Penjualan sepeda motor global meningkat menjadi 22,1 juta unit dari sebelumnya 20,57 juta unit.
Pada akhir Maret 2026, Honda mencatat posisi kas bersih sebesar 3,32 triliun yen. Arus kas operasi setelah penyesuaian riset dan pengembangan mencapai 2,65 triliun yen.
Untuk tahun fiskal berikutnya, Honda memperkirakan laba operasional sebesar 500 miliar yen. Perseroan juga menyatakan masih akan mencatat tambahan kerugian terkait EV sebesar sekitar 500 miliar yen pada periode berjalan.





