Polisi Selidiki Kasus Dugaan Child Grooming Kepsek di Tangsel

detik.com
23 jam lalu
Cover Berita
Tangerang Selatan -

Unggahan soal dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming oleh kepala sekolah inisial AMA kepada siswi di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), viral di media sosial. Polisi tengah menyelidiki hal tersebut.

"Kemarin kita lakukan penyelidikan berdasarkan dari hasil patroli siber terdapat beberapa link berita viral di medsos," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Wira mengatakan AMA mendatangi Polres Tangerang Selatan untuk berkonsultasi terkait pemberitaan yang viral ini. Ia mengatakan AMA juga telah diperiksa oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

"Di tengah kami lakukan penyelidikan ke sekolahan, kami dapati informasi bahwa Saudara AMA tiba di Polres Tangerang Selatan untuk mengkonsultasikan berita yang sedang beredar di media sosial.

Kemudian unit PPA langsung mengambil keterangan yang bersangkutan hingga kurang lebih pukul 23.00 WIB malam," tuturnya.

Diketahui, dalam unggahan yang viral, sejumlah akun anonim membagikan cerita dan pengakuan terkait perilaku di lingkungan sekolah tersebut. Salah satu unggahan menyinggung pendekatan kepala sekolah kepada siswi tertentu.

Kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan kepada siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.

Sebagai informasi, Komnas Perempuan menyebut child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.

Baca juga: Pihak Sekolah Tangsel Putus Hubungan dengan Kepsek yang Diduga Lakukan Child Grooming

Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku yang memosisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah serta validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Kepsek Dinonaktifkan

Pihak sekolah mengambil langkah tegas. Pihak sekolah menonaktifkan kepala sekolah tersebut.

"Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan dilakukan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi. Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis akun Instagram @letrispamulangofficial seperti dilihat, Jumat (15/5).

Yayasan kemudian membentuk tim untuk mendalami fakta. Pihak sekolah berkomitmen menyelesaikan persoalan secara adil dan sesuai aturan hukum.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi," tulisnya.

Baca juga: Komnas Perempuan Desak Sekolah di Tangsel Polisikan Kasus Child Grooming




(mib/mea)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polrestabes Bandung: 2.500 personal amankan 100 titik nobar Persib
• 47 menit laluantaranews.com
thumb
Gubernur Sulsel yakin KDKMP jadi motor penggerak ekonomi daerah
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
8 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Diserahkan, Tangis Keluarga Pecah
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Kalahkan Wakil Tiongkok, Leo/Daniel Masuk Final Thailand Open 2026
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siswa Kelas V Beri Surat untuk Prabowo: Terima Kasih Bapak Atas MBG, Saya Senang...
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.