JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri menggandeng pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian melalui produksi briket tongkol jagung bernama “Miracle Carbon”.
Hal itu disampaikan Sigit dalam sambutannya pada acara panen raya jagung serentak dan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).
“Selanjutnya Polri juga melakukan kerja sama dengan UMKM lokal untuk mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian melalui pengembangan briket tongkol jagung dengan nama Miracle Carbon,” ujar Sigit dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu.
Baca juga: Kapolri: 100 Ton Jagung Hasil Panen Polri Akan Diekspor ke Malaysia
Menurut dia, briket tersebut dikembangkan sebagai energi alternatif untuk berbagai kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha kecil.
“Sebagai energi alternatif untuk keperluan rumah tangga, pendukung UMKM, penghangat kandang ayam serta pengganti kayu bakar,” kata dia.
Selain menggandeng UMKM, Sigit mengatakan Polri juga menghadirkan inovasi pupuk presisi berbasis batu bara guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Ia menjelaskan pupuk tersebut mampu meningkatkan kadar pH tanah sekaligus memulihkan unsur hara.
“Pupuk presisi berbasis batu bara bermanfaat untuk menaikkan pH sebanyak satu sampai dua tingkat sekaligus merestorasi unsur hara sehingga dapat menyuburkan tanah dan menyehatkan tanaman,” papar Sigit.
Baca juga: Di Depan Prabowo, Kapolri Pamer Berhasil Panen Jagung 3,9 Juta Ton Pada 2025
Menurut dia, inovasi pupuk tersebut telah diterapkan di lahan pertanian jagung di Jawa Barat dan Papua.
“Inovasi ini telah digunakan pada lahan pertanian jagung di Provinsi Jawa Barat dan Papua,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga melaporkan capaian program ketahanan pangan Polri sepanjang 2025.
Baca juga: Prabowo: Saya Dekat dengan Petani karena Saya Komandan Tempur TNI
Menurut dia, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen mencapai 3,9 juta ton.
Sementara pada panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026, luas lahan panen mencapai 189.760 hektar dengan potensi hasil panen sekitar 1,23 juta ton.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang