Dari Penjara ke Kursi Menteri: Profil Lengkap Jumhur Hidayat

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan candaan kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat terkait rekam jejaknya yang pernah dipenjara sebelum akhirnya dipercaya menjadi menteri di Kabinet Merah Putih. 

Gurauan itu disampaikan saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

"Kapan terakhir dipenjara? Bolak-balik masuk penjara sekarang jadi menteri," kata Prabowo yang disambut tawa hadirin, dikutip Sabtu (16/5).

Sebelum dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 27 April 2026, Jumhur memang dikenal sebagai aktivis buruh yang vokal, bahkan beberapa kali harus mendekam di penjara akibat aksinya.

Biodata dan Latar Belakang Pendidikan

Nama lengkapnya Mohammad Jumhur Hidayat, lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Februari 1968. 

Ia menempuh pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1986 dengan jurusan Teknik Fisika. Setelah itu, ia melanjutkan studi S2 dan meraih gelar Magister Sosiologi di Universitas Indonesia (UI).

Riwayat Penahanan

Jumhur dikenal sebagai aktivis sejak masa kuliah hingga era reformasi, ia tercatat pernah mendekam dua kali di penjara karena aktivitas politik dan gerakan sosialnya:

1. Era Orde Baru (1989)

Ia ditangkap dan dihukum penjara selama 3 tahun setelah menggalang demonstrasi mahasiswa ITB untuk menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, pada 5 Agustus 1989.

2. Era Presiden Joko Widodo (2020)

Saat bergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur ditangkap oleh Bareskrim Polri karena tuduhan penyebaran hoaks atay berita bohong terkait unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja melalui media sosial. Ia divonis hukuman 10 bulan penjara.

Baca Juga: Candaan Prabowo ke Jumhur Hidayat: Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Baca Juga: Sampah Disulap Jadi Listrik, Menteri Jumhur Kebutkan PSEL Palembang

Perjalanan Karier dan Organisasi

- Tahun 2007–2014, Jumhur dipercaya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

- Tahun 2022–2027, ia menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

- Pada Pilpres 2024, Jumhur menjadi Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar.

- Tahun 2026, ia diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq dalam reshuffle kabinet.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Anggap Masa Keemasan Jokowi Sudah Habis, Sulit Mendongkrak Elektabilitas PSI
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Juga Akan Panen Raya Jagung dan Luncurkan 166 SPPG Usai Resmikan Museum Marsinah
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Trump Klaim Xi Jinping Satu Sikap soal Perang Iran: Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Pertamina Patra Niaga Jamin Pengawasan Distribusi BBM di Jambi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Sedih Sering Terima Laporan Penyelewengan Pejabat
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.