jpnn.com - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai langkah Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 sebenarnya untuk membawa PSI lolos ke Senayan.
Menurut Jamiluddin, langkah berkeliling Indonesia seperti janji diucap Jokowi ketika Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 31 Januari 2026.
BACA JUGA: Heboh Pembubaran Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril Singgung Proyek Era Jokowi
"Jokowi (ketika itu, red) berkomitmen bekerja serius untuk membesarkan PSI dengan berkeliling Indonesia," kata dia melalui layanan pesan, Sabtu (16/5).
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menyebutkan PSI yang ngebet masuk Senayan, memang membutuhkan Jokowi.
BACA JUGA: Bisnis Narkoba di B Fashion Hotel Mengejutkan, Mami Dania Ungkap Peran Kapten
Sebab, kata Jamiluddin, tidak ada kader PSI yang cukup mumpuni untuk menggaet massa berlabuh ke PSI, termasuk sang ketua umum Kaesang Pangarep.
Dia mengatakan petinggi PSI, seperti Kaesang Pangarep dan Ahmad Ali sudah berkeliling Indonesia, tetapi elektabilitas partai tak kunjung melonjak.
BACA JUGA: Guntur PDIP Merasa Aneh Nobar Film soal Papua Dilarang
"PSI tampaknya tinggal berharap pada Jokowi agar mimpinya ke Senayan dapat terwujud," kata Jamiluddin.
Namun, dia menyebut PSI sebenarnya spekulatif ketika mengandalkan figur tunggal Jokowi demi lolos ke Senayan.
Jamiluddin mengatakan masa keemasan Jokowi sebenarnya sudah di ujung rambut. Eks Gubernur Jakarta bukan sosok yang mampu menghipnotis anak bangsa berpihak.
"Jokowi saat ini adalah sosok kontroversial, termasuk terkait ijazahnya," ungkap dia.
Jamiluddin menuturkan hanya segelintir orang yang masih memuja Jokowi dan mereka tidak signifikan membantu Presiden ketujuh RI itu membesarkan PSI.
"Berharap ke Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas PSI, tampaknya akan berujung pada kekecewaan," katanya.
Jamiluddin menilai PSI justru bisa ketiban sial mengandalkan Jokowi dalam misi lolos ke Senayan pada Pileg 2029.
"Tak menutup kemungkinan semakin banyak anak bangsa yang antipati terhadap PSI," ujar dia.
Jamiluddin menyarankan PSI mengkaji plus minus mempersilakan Jokowi berkeliling Indonesia membawa panji-panji partai berlogo gajah tersebut.
"Jangan sampai PSI kembali gagal ke Senayan hanya karena salah menilai keperkasaan Jokowi," ujarnya.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




