FAJAR, MAKASSAR — Indonesia resmi mencapai swasembada pangan pada awal 2026, ditandai dengan penghentian impor beras dan jagung serta rekor stok beras nasional yang mencapai lebih dari 5 juta ton per 23 April 2026.
Keberhasilan ini didorong oleh peningkatan produksi dalam negeri, penguatan cadangan pangan, dan peningkatan anggaran ketahanan pangan sebesar 31,7%.
Pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional tahun 2026 mencapai 4 juta ton sebagai bagian dari penguatan swasembada pangan berkelanjutan. Target tersebut didukung dengan penambahan anggaran yang mencapai Rp 39 triliun.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa target serapan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antarlembaga dan diyakini dapat dicapai dengan dukungan kondisi produksi yang kuat.
Sementara itu, serapan gabah/beras tahunan Perum Bulog 2020-2025 secara berturut-turut tercatat di 1,2 juta ton, 1,2 juta ton, turun ke 0,99 juta ton, 1 juta ton ton, 1,2 juta ton, dan terakhir mencapai 3,2 juta ton setara beras di akhir 2025. Ini juga sekaligus menjadi rekor tertinggi selama 57 tahun berdirinya Bulog. (twk)





