Prabowo Sebut Ada Negara Minta Impor Beras Indonesia tapi dengan Harga Diskon

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak negara tertarik untuk bisa mendapatkan pasokan beras dari Indonesia. Permintaan itu muncul di tengah krisis dan kondisi perang Timur Tengah.

“Jadi ada yang mau beli beras, habis itu minta korting (diskon), tapi kortingnya (minta) banyak,” kata Prabowo saat peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, yang dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).

Dia mengatakan, permintaan tersebut muncul setelah negara seperti India dan Bangladesh menutup atau menyetop ekspor beras, jagung, hingga gandum. Kondisi itu menyebabkan negara-negara akhirnya berbicara kepada Indonesia untuk mendapatkan pasokan beras.

Presiden mengaku telah memerintahkan agar Indonesia bisa memberi pasokan beras dengan menjual ke negara lain. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan demi membantu negara lain.

“Tapi harganya harus baik, jangan sampai petani jadi korban. Harganya minimal harus (bisa) untuk sedikit, jangan terlalu murah tapi jangan ngetok (ambil untung banyak),” ujarnya.

Meski membantu negara lain, Prabowo memperingatkan pihak terkait seperti Bulog untuk tetap mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Ini mengingat potensi krisis dunia yang bisa berlangsung lama.

“Dan selalu saya katakan, pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa,” ucapnya.

Bagi Prabowo, pangan bukan sekadar komoditas, melainkan sebuah masalah survival (bertahan) suatu bangsa. Dia mengaku tidak menganut paham bahwa pemenuhan kebutuhan domestik lebih efisien dilakukan melalui impor.

Survival bangsa bukan sekadar lebih murah, tapi ada atau tidak. Akhirnya sejarah membuktikan kita sudah lebih dulu aman soal pangan. Krisis apa pun di luar negara kita, kita relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan,” katanya.

Permintaan Pupuk dari Negara Lain

Tak hanya beras, Prabowo mengatakan sejumlah negara telah mengajukan permintaan impor pasokan pupuk urea dari Indonesia. Laporan permintaan itu didapatkannya dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman. 

“Kita tidak euforia, tidak sombong. Kita sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan. Australia minta tolong, Filipina, India, Bangladesh, dan Brasil juga minta ke kita. Saya perintahkan bantu semua,” kata Prabowo dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, dipantau daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).

Prabowo menyebut saat ini Indonesia telah memasok 500 ribu ton pupuk urea ke Australia. Menurut dia, permintaan pupuk dari negara lain muncul akibat kondisi Perang Timur Tengah. 

Konflik yang sudah dimulai sejak akhir Februari lalu telah menutup akses Selat Hormuz yang menjadi jalur pengiriman 20% komoditas energi dunia. Penutupan akses selat itu menyebabkan kesulitan bagi banyak negara di dunia. 

“Berarti pupuk terpengaruh karena berasal dari minyak dan gas. Pupuk dari urea sangat dibutuhkan,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Puji Kapolri di Panen Raya: Pak Listyo Ini Selalu Berhasil, MBG Tertib
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Abbas Araghchi Akui Ada Ranjau di Selat Hormuz, Kapal Asing Wajib Berkoordinasi dengan Militer Iran
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Canda Prabowo Sebut Buruh Banyak Minta, dari Hadiri May Day sampai Resmikan Museum Marsinah
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Dari Penjara ke Kursi Menteri: Profil Lengkap Jumhur Hidayat
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bambu Gila dari Maluku, saat bambu digerakkan kekuatan tak kasat mata
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.