PALEMBANG, KOMPAS - Anggota Batalyon Infanteri Raider 200/Bhakti Negara Komando Daerah Militer II/Sriwijaya berinsial Ro (23) diperiksa oleh polisi militer atas dugaan penembakan terhadap anggota Detasemen Kesehatan Wilayah 02.04.04 Palembang Kesehatan Kodam II/Sriwijaya berinisial Fe (23), yang sebelumnya disebut Pe (23). Penembakan itu menewaskan Fe yang terluka di bagian perut kanan.
Penembakan itu terjadi di Panhead Cafe, Resto, Bar, and Live Music yang berada di kawasan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat Satu, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari. "Mohon menunggu, (terduga pelaku) masih dalam pemeriksaan," ujar Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Letnan Kolonel Infanteri Yordania melalui pesan singkat kepada awak media yang menunggu di Markas Kodam II/Sriwijaya, Palembang, Sabtu.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Data Brigadir Jenderal Donny Pramono saat dihubungi Kompas dari Palembang pun mengatakan, penyelidikan masih berlangsung. "Sabar, nanti kita info, masih dalam penyelidikan," katanya menjawab melalui pesan singkat.
Pangkat pelaku maupun korban belum bisa dikonfirmasi, karena pihak TNI AD belum bersedia memberikan keterangan lengkap.
Berdasarkan data kepolisian, penembakan itu dipicu oleh perselisihan paham antara pelaku dan korban saat mereka berada di Panhead Cafe, Resto, Bar, and Live Music, Sabtu pukul 02.30-02.40 WIB. Saat itu, terduga pelaku menghampiri korban yang sedang asyik berjoget.
Seketika terjadi perselisihan di antara keduanya karena bersenggolan saat berjoget. Perselisihan itu menimbulkan perkelahian antara korban dan pelaku. Karena dikeroyok korban dan rekan-rekan korban, pelaku akhirnya mencabut senjata api yang berada di pinggangnya dan langsung menembak korban sebanyak satu kali.
Tembakan itu mengarah ke perut sebelah kanan korban. Sejurus kemudian, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, RS Permata Palembang, dan dirawat di ruang IGD. Namun, nyawanya tidak terselamatkan karena luka tembak di bagian perut tersebut.
Peristiwa itu lantas dilaporkan masyarakat kepada Kepolisian Sektor Ilir Barat Satu, Palembang. Tak lama berselang, tim yang dipimpin Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ilir Barat Satu Ajun Komisaris A Rafiq mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan menyelidiki TKP.
Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, antara lain RA (32) dan PP (28) yang sama-sama bekerja sebagai petugas keamanan kafe. Polisi juga telah mengecek rekaman kamera pemantau (CCTV) di sana. Dari rekamn itu, antara lain, terlihat korban yang tergeletak di lantai setelah terkena tembakan.
Kepala Polsek Ilir Barat Satu Komisaris Fauzi Saleh membenarkan adanya informasi tersebut. Namun, karena melibatkan anggota TNI, polisi menyerahkan perkara tersebut kepada pihak detasemen polisi militer (denpom) setempat. ”Betul ada keributan tersebut, salah satu korbannya meninggal. Selanjutnya, silakan konfirmasi ke pihak denpom yang menindaklanjutinya,” tutur Fauzi.
Adik kandung korban, Faradita mengatakan, ia mendapat kabar kakaknya meninggal pada Sabtu pagi. Mendengar kabar tersebut, dia bergegas menuju RS Bhayangkara Mohamad Hasan, Palembang, untuk memastikan kondisi korban. "Saya langsung ke sini, ternyata benar kakak saya sudah meninggal," ujarnya.
Faradita menuturkan, pihak keluarga sangat terpukul atas meninggalnya korban. Apalagi kematian korban dianggap tidak wajar, yakni ditembak sesama anggota TNI. "Setelah tahu kakak saya meninggal karena ditembak sesama anggota TNI, kami sekeluarga benar-benar terpukul," katanya.
Kini, Faradita yang mewakili keluarga meminta penyelidikan kasus itu dilakukan secara transparan dan profesional. Dia pun berharap pelaku dihukum setimpal.
"Kami minta kasus ini jangan ditutupi. Harus transparan karena ini menyangkut nyawa orang. Kakak saya meninggal karena ditembak, jadi pelaku harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya," tutur Faradita.
Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga di RS Bhayangkara, Sabtu petang. Dengan menggunakan mobil ambulans, jenazah korban dibawa menuju rumah duka di kawasan Borang, Kecamatan Sako, Palembang. Korban akan dimakamkan di TPU setempat.
Sementara itu, dari pantauan Kompas, kafe yang menjadi lokasi penembakan masih dijaga oleh petugas dari polisi militer. Kafe itu pun masih ditutup.
Kuasa hukum manajemen Panhead Cafe, Resto, Bar, and Live Music, Redho Junaidi, mengatakan, pihaknya siap bekerja sama membantu penyelidikan kasus ini. Sejauh ini, sejumlah pihak dari kafe telah dimintai keterangan sebagai saksi. Beberapa barang bukti dari kafe juga telah dibawa polisi, antara lain rekaman kamera CCTV saat kejadian.
"Kami menghormati dan menyerahkan proses penyelidikan kasus kepada pihak polisi militer yang menanganinya. Kami siap kooperatif untuk membantu proses penyelidikan. Apapun yang diperlukan oleh pihak polisi militer, kami akan serahkan, termasuk saksi dan barang bukti terkait," ujarnya.
Redho mengatakan, manajemen kafe siap berbenah agar peristiwa serupa tidak terulang. "Sebenarnya, petugas keamanan sudah memeriksa para pengunjung menggunakan alat metal detektor. Ke depan, kami akan meningkatkan keamanan agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini," katanya.





