IHSG Pekan Depan Rawan Koreksi, Investor Cermati Dampak Pengumuman MSCI hingga BI Rate 

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah sentimen dari pasar global maupun domestik diperkirakan memicu kelanjutan aksi ambil untung oleh para pelaku pasar.

IHSG Pekan Depan Rawan Koreksi, Investor Cermati Dampak Pengumuman MSCI hingga BI Rate. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Tekanan jual dan volatilitas yang tinggi diproyeksi membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan. Sejumlah sentimen dari pasar global maupun domestik diperkirakan memicu kelanjutan aksi ambil untung oleh para pelaku pasar.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa secara teknikal posisi indeks saham gabungan saat ini masih rentan mengalami penurunan lebih lanjut.

Baca Juga:
Deretan Saham Top Value Tiap Sektor April 2026, Simak Daftar Emitennya

“Untuk sepekan ke depan kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.510 dan resisten 6.917,” kata Herditya yang kerap disapa Didit kepada IDX Channel, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Didit, setidaknya ada empat faktor krusial yang akan memengaruhi psikologis pasar dan arah pergerakan dana investasi dalam beberapa hari ke depan. 

Baca Juga:
Saham Top Market Cap Tiap Sektor April 2026, CPIN dan WBSA Masuk Daftar

Pertama, ketegangan geopolitik yang belum mereda, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz, masih menjadi kekhawatiran utama penentu stabilitas ekonomi global.

Kemudian, yang kedua, adanya penyesuaian bobot saham dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu peningkatan tekanan jual serta arus modal keluar (outflow) dari pasar saham domestik.

Baca Juga:
10 Saham dengan Penurunan Jumlah Investor Terdalam April 2026, Ada Emiten Emas

“Tekanan jual dan outflow dari IHSG mengenai rebalancing MSCI,” kata Didit. 

Ketiga, menurut Didit, pelaku pasar menanti rilis kebijakan moneter Bank Indonesia, di mana tingkat suku bunga acuan diproyeksikan bertahan di level 4,75 persen.

Terakhir, investor akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belakangan ini mengalami tekanan di pasar internasional.

“Investor masih akan mencermati akan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” tutur Didit. 

Pada minggu ini, libur panjang membuat bursa dalam negeri melewati pekan perdagangan yang pendek hanya untuk periode 11–13 Mei 2026.

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan koreksi sebesar 3,53 persen selama pekan pendek tersebut. 

"Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 3,53 persen sehingga ditutup pada level 6.723,320, dari posisi 6.936,396 pada pekan lalu,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resminya.

Penurunan indeks ini juga berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar (market cap) bursa domestik yang ikut menyusut sebesar 4,68 persen, hingga menyisakan posisi Rp11.825 triliun pada penutupan perdagangan sebelum libur panjang.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia dan Belarus Tandatangani MoU Bisnis Senilai Rp7 Triliun
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Beda Pendapat Roy Suryo dan Ketum Joman soal KIP Dapat Buktikan Keaslian Dokumen
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
UEA Tegaskan Siap Hadapi Ancaman Iran Tanpa Bantuan Pihak Luar
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Saksikan Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense di Kertanegara
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
FBI Tawarkan Hadiah Rp3,5 Miliar untuk Buru Mantan Intel Angkatan Udara AS yang Membelot ke Iran
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.