Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan aspirasi petani kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan akses pembiayaan, bantuan pupuk, bibit, dan alat mesin pertanian guna meningkatkan produksi pangan nasional.
Dalam laporan saat panen raya jagung serentak kuartal II/2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, Listyo Sigit mengatakan Polri telah bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani binaan.
Menurut ia, fasilitas pembiayaan tersebut digunakan petani untuk mendukung kebutuhan produksi pertanian, mulai dari pembelian benih hingga pengolahan lahan.
"Yang digunakan untuk pembelian bibit dan pupuk, obat-obatan seperti herbisida, fungisida, insektisida, pembiayaan sewa traktor untuk penggemburan tanah, pengolahan lahan, pembayaran upah buruh, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya," kata Sigit dalam keterangannya diterima di Jakarta.
Kapolri berharap pemerintah memperkuat akses pembiayaan KUR bagi petani agar dapat memperluas lahan tanam dan meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan.
"Terkait hal itu, kami berharap Bapak Presiden berkenan untuk mendukung penguatan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik dari sisi kemudahan maupun peningkatan jumlah kredit, yang kelak akan digunakan untuk membuka lahan baru, serta mendukung proses dari hulu hingga hilir," ujarnya.
Baca juga: Kapolri: Panen jagung Polri capai 3,9 juta ton pada 2025
Menurut Sigit, penguatan pembiayaan pertanian akan berdampak pada peningkatan kemandirian usaha tani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.
"Sehingga para petani dapat meningkatkan kapasitas produksi, kemandirian usaha, dan pertumbuhan ekonomi pedesaan," kata Sigit.
Pada kesempatan itu, Kapolri juga melaporkan hingga kini terdapat 714 kelompok tani jagung binaan Polri yang tersebar di 42 kepolisian resor (polres) pada delapan kepolisian daerah (polda) yang telah memanfaatkan fasilitas KUR dengan total pinjaman mencapai Rp30,03 miliar.
Selain akses pembiayaan, Sigit menyampaikan aspirasi petani yang menginginkan tambahan bantuan sarana produksi pertanian untuk meningkatkan hasil panen.
"Di samping itu, para petani berharap kiranya dapat menerima bantuan yang lebih banyak lagi terkait dengan bibit, pupuk, dan alsintan, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi," ujarnya.
Program penguatan pertanian tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap agenda swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah melalui peningkatan produksi jagung dan penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Presiden puji inovasi pertanian, berkelakar bisa ditiru negara lain
Baca juga: Prabowo resmi awali panen raya jagung dan pembangunan gudang pangan
Dalam laporan saat panen raya jagung serentak kuartal II/2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, Listyo Sigit mengatakan Polri telah bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani binaan.
Menurut ia, fasilitas pembiayaan tersebut digunakan petani untuk mendukung kebutuhan produksi pertanian, mulai dari pembelian benih hingga pengolahan lahan.
"Yang digunakan untuk pembelian bibit dan pupuk, obat-obatan seperti herbisida, fungisida, insektisida, pembiayaan sewa traktor untuk penggemburan tanah, pengolahan lahan, pembayaran upah buruh, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya," kata Sigit dalam keterangannya diterima di Jakarta.
Kapolri berharap pemerintah memperkuat akses pembiayaan KUR bagi petani agar dapat memperluas lahan tanam dan meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan.
"Terkait hal itu, kami berharap Bapak Presiden berkenan untuk mendukung penguatan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik dari sisi kemudahan maupun peningkatan jumlah kredit, yang kelak akan digunakan untuk membuka lahan baru, serta mendukung proses dari hulu hingga hilir," ujarnya.
Baca juga: Kapolri: Panen jagung Polri capai 3,9 juta ton pada 2025
Menurut Sigit, penguatan pembiayaan pertanian akan berdampak pada peningkatan kemandirian usaha tani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.
"Sehingga para petani dapat meningkatkan kapasitas produksi, kemandirian usaha, dan pertumbuhan ekonomi pedesaan," kata Sigit.
Pada kesempatan itu, Kapolri juga melaporkan hingga kini terdapat 714 kelompok tani jagung binaan Polri yang tersebar di 42 kepolisian resor (polres) pada delapan kepolisian daerah (polda) yang telah memanfaatkan fasilitas KUR dengan total pinjaman mencapai Rp30,03 miliar.
Selain akses pembiayaan, Sigit menyampaikan aspirasi petani yang menginginkan tambahan bantuan sarana produksi pertanian untuk meningkatkan hasil panen.
"Di samping itu, para petani berharap kiranya dapat menerima bantuan yang lebih banyak lagi terkait dengan bibit, pupuk, dan alsintan, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi," ujarnya.
Program penguatan pertanian tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap agenda swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah melalui peningkatan produksi jagung dan penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Presiden puji inovasi pertanian, berkelakar bisa ditiru negara lain
Baca juga: Prabowo resmi awali panen raya jagung dan pembangunan gudang pangan





