Chris Wright Menteri Energi Amerika Serikat(AS) menyatakan bahwa Selat Hormuz diperkirakan akan kembali dibuka paling lambat pada musim panas ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Wright dalam wawancara dengan CNBC dari terminal gas alam cair (LNG) di Cameron, Louisiana.
Ia juga memperingatkan bahwa militer Amerika Serikat dapat turun tangan jika Iran terus mengganggu lalu lintas di salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia itu.
“Jika Iran terus menyandera ekonomi dunia, militer AS akan memaksa pembukaan Selat Hormuz, tetapi itu bukan hal yang mudah dilakukan,” kata Wright. Ia menegaskan bahwa jalur diplomatik tetap menjadi opsi yang diutamakan.
Dilansir dari Anadolu pada Sabtu (16/5/2026), Wright menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat melihat peluang adanya kesepakatan diplomatik dengan Iran dalam beberapa hari ke depan, meskipun situasi masih rapuh setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Donald Trump Presiden AS.
Di tengah ketegangan tersebut, Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) melaporkan harga rata-rata nasional bensin di Amerika Serikat mencapai 4,53 dolar AS per galon pada Jumat.
Kondisi ini turut memicu kembali perdebatan politik domestik, termasuk usulan Presiden Trump untuk menangguhkan pajak bahan bakar federal.
Wright juga menyebutkan, ekspor gas alam cair (LNG) Amerika Serikat meningkat sebagai bagian dari upaya menstabilkan pasokan energi global yang terdampak ketidakpastian di kawasan Teluk. (saf/faz)




