Prabowo Klaim Danantara SWF Terbesar ke-6 Dunia, Lampaui Singapura-Qatar

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia kini memiliki salah satu dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund terbesar di dunia melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.

Menurut Presiden, Danantara menjadi instrumen strategis pemerintah untuk mengelola aset nasional dan memperkuat pembiayaan pembangunan jangka panjang Indonesia.

“Kita punya sekarang dana kedaulatan, sovereign wealth fund. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara [BPI Danantara],” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Ia mengeklaim nilai aset yang saat ini dikelola Danantara telah mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara sekitar Rp17.460 triliun (asumsi kurs Rp17.460 per US$).

“Aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar aset yang kita kelola,” ujarnya.

Prabowo menyebut, dengan nilai tersebut, posisi dana kedaulatan Indonesia kini masuk dalam jajaran terbesar dunia meski baru dibentuk pada 2025.

Baca Juga

  • Danantara Pastikan Penyampaian Laporan Keuangan Perdana Sesuai Aturan
  • Danantara Buka Peluang Akuisisi Saham Weda Bay dari Eramet
  • Prabowo Minta Danantara Pangkas Bunga Kredit PNM Mekaar di Bawah 9%

“Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia,” tutur Presiden.

Ia kemudian membandingkan usia Danantara dengan sejumlah sovereign wealth fund negara lain yang telah berdiri jauh lebih lama, seperti Uni Emirat Arab, China, dan Norwegia.

“Abu Dhabi bentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norwegia 1990,” katanya.

Menurut Prabowo, posisi aset Danantara saat ini bahkan disebut telah melampaui beberapa negara lain seperti Qatar, Arab Saudi, dan Singapura.

“Kita bahkan di atas Qatar, di atas Arab Saudi, juga di atas Singapura,” ujar Presiden.

Prabowo meminta masyarakat melihat pembangunan lembaga tersebut dalam perspektif jangka panjang dan tidak menilai hasilnya secara instan.

“Nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, lihat tanggal, lihat tahun, saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 2025, tahun '26 ini,” tuturnya.

Dia menilai fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah saat ini baru akan terlihat manfaat besarnya beberapa dekade mendatang.

“Jangan sekarang. Jangan 2029, 20 tahun lagi saudara nilai apa yang kita buat hari ini,” kata Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legislator: Pelaku Deepfake Vulgar di Kalbar Bukan Kenakalan, Proses Hukum!
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kubu Roy Suryo Minta Polisi Tertibkan Penyebar Isu Perkara Ijazah Jokowi Telah P21
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Amanda Manopo Pilih Persalinan Caesar, Kenny Austin Siap Dampingi Penuh
• 6 jam lalugrid.id
thumb
BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Weekend Sabtu 16 Mei Ini, Cek Rincian Cuaca per Wilayah
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Korea Hybrid Travel Fair 2026 Resmi Digelar, ke Korea Mulai Rp 2 Jutaan
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.