JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri menggagalkan keberangkatan 32 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga akan berhaji secara ilegal.
Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa menegaskan bahwa pemerintah memperkuat langkah pengawasan dan pencegahan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian, penipuan, maupun kendala hukum selama berada di Arab Saudi.
"Per 15 Mei 2026, Satgas Pencegahan Haji Non-Prosedural berhasil mencegah keberangkatan sebanyak 32 WNI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terindikasi akan melaksanakan ibadah haji tanpa prosedur dan dokumen resmi yang sesuai dengan ketentuan," ujar Suci dalam konferensi pers, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah
Suci menegaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa pelaksanaan ibadah haji wajib menggunakan visa haji resmi yang diterbitkan sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.
"Menggunakan visa selain visa haji untuk tujuan berhaji, termasuk visa ziarah, visa kerja, maupun visa kunjungan lainnya merupakan pelanggaran," kata dia.
Jika tetap dilakukan, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi serius mulai dari penolakan masuk, deportasi, denda, hingga larangan masuk kembali ke Arab Saudi.
"Kami menghimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran berangkat haji melalui jalur non-prosedural yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa antrean namun tidak memiliki legalitas yang sah," tuturnya.
Baca juga: Arab Saudi Siapkan 33.000 Bus dan 5.000 Taksi untuk Layani Jemaah Haji 2026
Ia meminta jemaah haji memastikan seluruh proses keberangkatan ibadah haji dilakukan melalui jalur resmi pemerintah maupun penyelenggara yang memiliki izin resmi.
Adapun berdasarkan data operasional terakhir, sebanyak 430 kloter dengan 166.269 jemaah dan 1.717 petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Seiring dengan berlangsungnya kedatangan jemaah gelombang kedua, tercatat sebanyak 154 kloter dengan 59.101 jemaah dan 617 petugas telah tiba di King Abdul Aziz International Airport melalui jalur penerbangan menuju Jeddah.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna
Sementara itu, hingga hari ini sebanyak 418 kloter dengan 161.591 jemaah dan 1.672 petugas telah tiba di Mekkah.
Mereka langsung menempati akomodasi yang telah disiapkan untuk melanjutkan rangkaian ibadah serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Kemudian, sebanyak 11.739 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah, 2026 Masehi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




