Keluarga Minta Anggota TNI Penembak Sesama Tentara Dihukum Berat, Kodam Janji Usut Tuntas

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

PALEMBANG, KOMPAS – Anggota Batalyon Infanteri Raider 200/Bhakti Negara Komando Daerah Militer II/Sriwijaya berinisial Ro (23) diharapkan mendapatkan hukuman berat atas dugaan penembakan terhadap anggota Detasemen Kesehatan Wilayah 02.04.04 Palembang Kesehatan Kodam II/Sriwijaya berinisial FAA (23), sebelumnya disebut Fe (23). Sebaliknya, pihak Kodam II/Sriwijaya berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut.

Duka mendalam menyelimuti Faradita saat menunggu pemeriksaan jenazah FAA di RS Bhayangkara Mohamad Hasan, Palembang, Sabtu (16/5/2026). Faradita tidak menyangka kalau pertemuannya dengan FAA di rumah, Jumat (15/5/2026) sore menjadi pertemuan terakhir mereka.

”Saya sudah lama tidak bertemu kakak saya. Terakhir kami bertemu itu, kemarin sore di rumah. Saat itu, saya sempat minta uang Rp 10.000 dengannya. Ternyata, itu menjadi kenangan terakhir dengan kakak saya,” ujar Faradita sambil menahan haru.

Baca JugaAnggota TNI Terduga Penembak Sesama Tentara di Palembang Diperiksa oleh Polisi Militer

Faradita mengatakan, kabar meninggalnya FAA didapat dari kerabat yang menelepon pada Sabtu sekitar pukul 06.00 WIB. Kerabat itu menyampaikan bahwa FAA tewas ditembak. ”Dapat infonya itu dari telepon tante sekitar jam 6 kurang. Katanya, kakak saya meninggal karena ditembak,” kata Faradita.

Kabar itu sangat memukul perasaan segenap anggota keluarga FAA. Semuanya kaget dan sulit menerima kenyataan pahit tersebut. ”Kami sekeluarga sangat kaget, tidak menyangka peristiwa itu menimpa kakak saya,” ungkap Faradita.

Bagi Faradita, kematian FAA sangat tidak wajar. Sebab, FAA yang menjadi anggota TNI sejak tahun 2022 itu tewas ditembak oleh terduga pelaku yang sesama anggota TNI. Insiden itu sangat memilukan sehingga pihak keluarga berharap terduga pelaku diproses hukum secara transparan, profesional, dan bisa dihukum berat.

”Kami berharap tidak ada yang ditutup-tutupi dari proses hukum kasus penembakan kakak saya. Pelakunya juga harus dihukum seberat-beratnya, yang setimpal dengan perbuatannya,” tutur Faradita penuh emosional.

Seusai pemeriksaan yang berlangsung dari Sabtu pagi, jenazah FAA akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB. Jenazah FAA kemudian dibawa menggunakan mobil ambulans dari RS Bhayangkara ke rumah duka sebelum dimakamkan di kawasan Borang, Kecamatan Sako, Palembang.

Baca JugaBersenggolan Saat Joget di Kafe, Anggota TNI Tembak Sesama Tentara hingga Tewas
Kronologi peristiwa

Berdasarkan data kepolisian, penembakan itu dipicu oleh perselisihan paham antara pelaku dan korban saat mereka berada di Panhead Café, Resto, Bar, and Live Music pada Sabtu pukul 02.30-02.40 WIB. Saat itu, terduga pelaku menghampiri korban yang sedang asyik berjoget.

Seketika, terjadi perselisihan di antara keduanya karena bersenggolan saat berjoget. Perselisihan itu menimbulkan perkelahian antara korban dan pelaku. Karena dikeroyok korban dan rekan-rekan korban, pelaku akhirnya mencabut senjata api yang berada di pinggangnya dan langsung menembak korban sebanyak satu kali.

Tembakan itu mengarah ke perut sebelah kanan korban. Sejurus kemudian, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, RS Permata Palembang, dan dirawat di ruang IGD. Namun, nyawanya tidak terselamatkan karena luka tembak di bagian perut tersebut.

Peristiwa itu lantas dilaporkan masyarakat kepada Kepolisian Sektor Ilir Barat Satu, Palembang. Tak lama berselang, tim yang dipimpin Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ilir Barat Satu Ajun Komisaris A Rafiq mendatangi tempat kejadian untuk mengamankan dan menyelidiki lokasi.

Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, antara lain RA (32) dan PP (28) yang sama-sama bekerja sebagai petugas keamanan kafe. Polisi pun telah mengecek rekaman kamera pemantau (CCTV) di sana. Dari rekaman tersebut, antara lain, terlihat korban yang tergeletak di lantai setelah terkena tembakan.

Kepala Polsek Ilir Barat Satu Komisaris Fauzi Saleh membenarkan adanya informasi tersebut. Akan tetapi, karena melibatkan anggota TNI, polisi menyerahkan perkara itu kepada pihak detasemen polisi militer (denpom) setempat. ”Betul ada keributan tersebut, salah satu korbannya meninggal. Selanjutnya, silakan konfirmasi ke pihak denpom yang menindaklanjutinya,” ujar Fauzi.

Baca JugaTembak Pemulung, Anggota Detasemen TNI AU Mutiara Palu Diperiksa
Komitmen kodam

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Letnan Kolonel Infanteri Yordania mengatakan, pihaknya membenarkan ada peristiwa penembakan di Panhead Café pada Sabtu dini hari tersebut. Insiden itu mengakibatkan personel Denkesyah 02.04.04 Palembang Prajurit Satu FAA tewas.

Namun, untuk identitas terduga pelaku, pihak Kodam II/Sriwijaya belum bersedia untuk mengungkapnya. ”Maaf, belum bisa (memberikan identitas terduga pelaku). Sebab, pemeriksaan mendalam sangat dinamis,” kaya Yordania.

Terlepas dari itu, Yordania menyebutkan, kasus tersebut telah menjadi perhatian serius Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayor Jenderal Ujang Darwis. Setidaknya, Asisten Intelijen Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya dan Komandan Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya telah diperintahkan untuk segera menangani perkara tersebut.

Penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian. ”Penyelidikan mendalam juga dibutuhkan agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” kata Yordania.

Sejauh ini, Yordania menuturkan, pihak Denpom 2/IV Palembang sedang melaksanakan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi di tempat kejadian. Mereka pun sedang mendalami rekaman CCTV, melaksanakan autopsi jenazah, mengumpulkan barang bukti, dan melaksanakan grabber ponsel para saksi.

Baca JugaTNI AL Selidiki Keterlibatan Anggotanya dalam Penembakan Bos Rental Mobil

Mereka juga menjalin koordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumsel. ”Proses ini membutuhkan waktu. Kami akan segera memberikan kabar saat ada perkembangan informasi selanjutnya,” tutur Yordania.

Ke depan, Panglima Kodam II/Sriwijaya menginstruksikan seluruh komandan satuan di jajaran Kodam II/Sriwijaya melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara optimal. ”Perintah itu bertujuan untuk mencegah persitiwa serupa terulang,” kata Yordania.  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danrem Warastratama Blusukan Cek Pembangunan Jalan di Sragen
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Boyong Hampir Seluruh Menteri Saat Resmikan Kopdes Merah Putih
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Khawatir Perang Suku di Wamena Meluas, Ratusan Warga Jayapura Pilih Mengungsi | KOMPAS PETANG
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kelakar Prabowo ke Jumhur: Bolak Balik Dipenjara, Sekarang Jadi Menteri
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Pajak EV dan BBM Dibedakan, Pengamat Sebut Langkah Strategis Tekan Impor Energi
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.