Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan konstruksi Akses Tol Pattimura akan rampung pada 2027. Pembangunan akses tol tersebut mulai dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Marga Jateng pada April 2026.
Pembangunan tol akses tersebut dilakukan dalam rangka bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Semarang-Solo. Dengan adanya tol akses tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan konektivitas menuju pusat Kota Salatiga.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pengembangan Akses Tol Pattimura juga akan menciptakan pemerataan pembangunan wilayah, dan penguatan ekonomi daerah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” jelas Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Adapun, Akses Tol Pattimura telah direncanakan sejak 2023 dan ditargetkan selesai pada 2027 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp113,35 miliar.
Secara teknis, total panjang akses mencapai 1,66 kilometer yang terdiri atas ramp on sepanjang 661 meter dan ramp off sepanjang 998 meter, serta penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.
Baca Juga
- Tanggul Laut Tol Semarang-Demak Belum Optimal Tahan Rob, Menteri PU Bilang Begini
- Konstruksi Tol Semarang - Demak Seksi Kaligawe - Sayung Capai 58,31%
- Tol Semarang-Demak Bakal Tersambung Penuh 2027, Intip Progresnya
Kemudian, konstruksi Akses Tol Pattimura mencakup pembangunan 15 unit box culvert, 3 unit box underpass, 1 unit secant pile, serta 4 unit dinding penahan tanah (DPT). Untuk ramp on dirancang memiliki 1 lajur satu arah dengan lebar 8 meter, sedangkan ramp off terdiri atas 2 lajur satu arah dengan lebar 10,15 meter.
Sementara saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap awal berupa pembersihan dan perataan lahan sebelum dilanjutkan ke pekerjaan struktur dan konstruksi utama. Kebutuhan lahan proyek mencapai 18.731 m2 dengan progres pembebasan lahan telah mencapai 97,33%.
Sebagai gambaran, Akses Tol Pattimura berada pada KM 451–KM 452 ruas Tol Semarang–Solo. Nantinya akses tersebut dapat digunakan kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta menuju pusat Kota Salatiga atau sebaliknya.
“Sementara itu, kendaraan dari arah Solo dan Surabaya tetap menggunakan Gerbang Tol Salatiga yang telah beroperasi saat ini,” pungkas Dody.





