JAYAPURA, KOMPAS.TV - Manajemen Persipura Jayapura menyiapkan banding atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Persipura disanksi berat karena kerusuhan di Stadion Lukas Enembe dalam partai play-off promosi Pegadaian Championship 2025/2026 lawan Adhyaksa FC pada 8 Mei lalu.
Komdis PSSI menyanksi Persipura dengan denda total Rp240 juta. Klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut juga dihukum menggelar pertandingan tanpa penonton sepanjang musim 2026/2027.
"Kami siap mengajukan banding atas keputusan Komdis PSSI terhitung sejak putusan 14 hari diberikan, karena sanksi ini merugikan tim terlebih satu musim bermain tanpa penonton," kata Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano di Jayapura, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Komdis PSSI Hukum Berat Persipura: Denda Ratusan Juta Rupiah dan Larangan Penonton Satu Musim
Benhur menilai sanksi pertandingan tanpa penonton selama satu musim sangat memberatkan Persipura. Menurutnya, sanksi ini tidak sebanding dengan potensi kehilangan penonton dan pendapatan selama musim 2026/2027.
"Persipura memecahkan rekor penonton terbanyak di Championship selama bermain di kandang. Ini berarti rating pertandingan otomatis naik," kata Benhur, dikutip Antara.
"Dukungan suporter dan masyarakat berdampak terhadap mental pemain dan pendapatan klub dari penjualan tiket."
Menurut Benhur, Persipura adalah salah satu tim Championship dengan kebutuhan finansial terbesar, di antaranya untuk akomodasi transportasi, ataupun kebutuhan tim.
Sebelumnya, dalam surat keputusan Nomor 245/L2/SK/KD-PSSI/V/2026, Komdis PSSI menyatakan Persipura akan dilarang menggelar pertandingan dengan penonton selama semusim penuh terkait kerusuhan di Stadion Lukas Enembe.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- persipura jayapura
- komdis pssi
- sanksi persipura
- persipura ajukan banding
- Persipura
- Pegadaian Championship





