Pejabat Eropa berunding dengan Garda Revolusi Iran soal Selat Hormuz

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Teheran (ANTARA) - Perwakilan dari negara-negara Eropa telah memulai negosiasi dengan pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terkait jalur pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, lapor penyiar pemerintah Iran, IRIB, pada Sabtu.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi.

Sebelumnya pada Jumat (15/5) Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengakui adanya keberadaan ranjau di Selat Hormuz dan mengatakan hal itu menjadi alasan mengapa kapal-kapal yang ingin melewati Hormuz harus berkoordinasi dengan Teheran.

"Kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz jelas harus berkoordinasi dengan militer kami, karena adanya ranjau dan rintangan yang ada. Kami akan membimbing mereka, seperti yang telah kami lakukan dengan sejumlah kapal India. Navigasi yang aman adalah kebijakan kami," kata Araghchi dalam konferensi pers.

Sebanyak 30 kapal dilaporkan telah melintas di Selat Hormuz sejak Rabu malam (13/5) di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran "aman" milik Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling penting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas. Selat itu praktis tertutup bagi sebagian besar kapal sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Akibatnya, arus pengiriman sumber energi dan kargo global menjadi terganggu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Iran rencanakan mekanisme baru untuk biaya transit Selat Hormuz

Baca juga: China akan beli pesawat dan mesin pesawat Amerika Serikat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Saya bertanggung jawab jika rakyat kelaparan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Dishub Larang Pengunjung Blok M Square Kasih Uang Tip ke Juru Parkir
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Warga Senang JIS Bakal Punya Stasiun KRL: Jadi Banyak Opsi Transportasi
• 10 jam laludetik.com
thumb
Indonesia-Prancis perkuat kerja sama pada sastra dan literasi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Putin Akan Kunjungi Beijing Usai Pertemuan Trump dan Xi Jinping
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.