JAKARTA, KOMPAS.com - PT KAI Commuter Indonesia (KCI) merespons dugaan penipuan yang dialami kreator konten Chery Gus di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026).
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari korban, termasuk mengumpulkan foto pelaku berinisial Sadam.
“Usai meminta keterangan dari korban, petugas terkait segera menginput foto-foto dari pelaku ke dalam sistem CCTV Analytic,” kata Karina kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: 39 Ruas Jalan Jakarta Dialihkan Saat Lomba Lari Minggu Pagi
Ia menjelaskan, sistem pengenal wajah tersebut akan mencocokkan data pelaku dengan kamera CCTV di seluruh stasiun Commuter Line.
Jika terdeteksi kecocokan, sistem akan langsung mengirimkan notifikasi kepada petugas di lapangan untuk dilakukan penindakan.
“Sistem ini merupakan sistem pengenal wajah seluruh pengguna Commuter Line yang sudah dimasukan ke database sistem, yang akan memberikan notifikasi jika terdapat kecocokan,” jelas dia.
KAI Commuter juga menyatakan siap mendampingi korban jika kasus tersebut dilanjutkan ke proses hukum.
“Kami akan mendukung segala sesuatunya dan melakukan pendampingan pada proses hukumnya nanti,” kata Karina.
Baca juga: Lokasi Kantong Parkir di GBK saat Lomba Lari Minggu Pagi
Sebelumnya, kasus ini diunggah oleh Chery melalui akun Instagram pribadinya, @cheryred99.
Chery mengaku saat itu sedang beristirahat di Stasiun Duri setelah perjalanan dari luar kota, sebelum didatangi oleh seorang pria bernama Sadam.
Pria tersebut mengaku mengenalnya dari konten media sosial dan menawarkan bantuan akomodasi perjalanan gratis, hingga akhirnya mereka bertukar nomor telepon.
Namun kemudian, Sadam justru meminta uang kepada korban hingga total Rp 1 juta yang diberikan secara bertahap.
“Setiap aku ngomong di chat, dia kasih kode langsung ‘Gopay Saddam Husein.’ Jadi kayak perintah gitu,” kata Chery.
Meski mengalami kejadian tersebut, Chery mengaku tetap akan menggunakan transportasi umum, namun lebih berhati-hati ke depannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang