Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyebut, pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal stabilitas bagi dunia.
"Pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi penting karena diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi stabilitas dunia dan pasar di tengah ketidakpastian global," ujar Djauhari di Beijing, Sabtu (16/5/2026), dilansir dari Antara.
Xi Jinping dan Donald Trump melakukan pertemuan bilateral selama 2 jam 15 menit pada Kamis (14/5) yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Kuil Langit dan jamuan makan malam kenegaraan.
Kemudian, pada Jumat (15/5), Trump juga mendapatkan tur privat ke Zhongnanhai, kantor sekaligus kediaman resmi Xi Jinping dan petinggi Partai Komunis China lainnya.
Djauhari juga menekankan pentingnya mencermati kehadiran delegasi pengusaha dari AS yang turut mendampingi Trump. Dinamika tersebut, menurutnya, juga akan berdampak bagi Indonesia.
"Penting pula mencermati komposisi delegasi pengusaha dari perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat yang hadir karena hal itu menunjukkan arah kerja sama masa depan, mulai dari teknologi, kecerdasan buatan, rantai pasok, hingga sektor keuangan," tutur Djauhari.
Baca Juga
- Usai Trump, Putin Akan Sambangi China Temui Xi Jinping
- Ini Daftar Pembahasan Trump Saat Bertemu Xi Jinping, dari Isu Taiwan hingga Selat Hormuz
- Xi Jinping dan Trump Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Dibuka
Dalam jamuan makan malam, Presiden Xi mengatakan, ia dan Presiden Trump sepakat untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis, mendorong perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan, serta membawa lebih banyak perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bagi dunia.
"Kedua negara dapat saling mendukung keberhasilan satu sama lain dan memajukan kesejahteraan seluruh dunia," ungkap Xi.
Sementara itu, Trump mengatakan kedua negara memiliki kesempatan untuk menciptakan masa depan dengan kemakmuran, kerja sama, kebahagiaan, dan perdamaian yang lebih besar bagi generasi yang akan datang.
Trump pun mengundang Xi Jinping dan Peng Liyuan untuk datang ke Gedung Putih pada 24 September.
"Kami menantikan kunjungan tersebut," tutup Trump.
Dalam kunjungan ke Beijing itu, Trump datang dengan dengan 17 pemimpin perusahaan besar asal AS. Mereka adalah Tim Cook (CEO Apple), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Jensen Huang (CEO NVidia), Brian Sikes (CEO Cargill), Elon Musk (CEO Tesla), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Jane Fraser (CEO Citigroup), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Larry Culp (CEO GE Aerospace), Cristiano Amon (CEO Qualcomm).
Kemudian, Ryan McInerney (CEO Visa), Sanjay Mehrotra (CEO Micron Technology), Michael Miebach (CEO Mastercard), Larry Fink (CEO dan salah satu pendiri BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO dan salah satu pendiri Blackstone), Jim Anderson (CEO Coherent), Jacob Thaysen (CEO Illumina).
Sementara, dalam jamuan makan malam, sejumlah pemimpin perusahaan besar China, seperti Air China, Douyin, China International Capital Corporation, Haier Group, ICBC, Lenovo Group, Fuyao Glass Industry, Lens Technology, COFCO Group, Bank of China, Xiaomi Technology, COMAC, Wanda Group, COSCO Shipping, China Tourism Group, dan Hisense Group juga hadir.





