Spesifikasi Rudal Tomahawk AS yang Disita Iran, CIA Disebut Khawatir Kekuatan Teheran Belum Lumpuh

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Konflik terbaru di Timur Tengah memunculkan perkembangan baru yang menyita perhatian dunia. Iran dilaporkan mulai mempelajari teknologi Rudal Tomahawk milik Amerika Serikat yang ditemukan dalam kondisi tidak meledak selama perang antara Teheran, Washington, dan Israel.

Laporan tersebut pertama kali diungkap kantor berita Iran, Mehr, yang menyebut sejumlah rudal Tomahawk ditemukan dalam kondisi relatif utuh setelah ditembak jatuh atau mengalami kegagalan sistem peledak saat menghantam target di wilayah Iran.

Baca Juga :
Dunia di Ambang Krisis Energi, Trump Klaim Xi Jinping Siap Tekan Iran
China Akan Beli Boeing dan Mesin Pesawat dari AS

Bagi Teheran, rudal-rudal itu bukan sekadar puing perang. Iran justru melihatnya sebagai sumber teknologi militer bernilai tinggi yang bisa dipelajari untuk memperkuat kemampuan persenjataan dalam negeri.

“Dalam perang 40 hari, strategi Iran beralih ke memperoleh pengetahuan dari medan perang. Setiap rudal Tomahawk yang mendarat dan tidak meledak adalah buku teks tingkat lanjut bagi para insinyur Iran,” tulis Mehr seperti dikutip Middle East Eye.

Laporan tersebut memang belum dapat diverifikasi secara independen. Namun narasi mengenai kemampuan Iran membongkar dan mempelajari teknologi Barat bukan hal baru. Selama puluhan tahun menghadapi embargo dan sanksi internasional, Iran dikenal aktif melakukan reverse engineering terhadap berbagai sistem persenjataan asing.

Bahkan Pakistan pernah dituding mengembangkan rudal jelajah Babur dari serpihan Tomahawk yang ditemukan pasca-serangan AS ke Afghanistan pada 1998.

Yang membuat Washington semakin waspada bukan hanya klaim soal pembelajaran teknologi rudal. Sejumlah laporan intelijen Amerika Serikat justru menyebut kemampuan militer Iran masih jauh dari kata lumpuh.

Laporan yang dikutip New York Times menyebut Teheran telah memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 situs rudal di sepanjang Selat Hormuz. Fakta itu bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan kekuatan militer Iran mengalami kehancuran besar.

Selain itu, Iran disebut masih mempertahankan sekitar 70 persen peluncur rudal bergerak serta sebagian besar fasilitas bawah tanah penyimpanan misil mereka. Infrastruktur militer bawah tanah Iran selama ini memang dikenal luas sebagai salah satu sistem pertahanan paling sulit dihancurkan di Timur Tengah.

Sejumlah analis militer Barat menilai jaringan bunker dan terowongan bawah tanah Iran menjadi alasan utama stok rudal mereka tetap bertahan meski digempur selama berminggu-minggu.

Baca Juga :
Pesan Presiden Pazeshkian ke Paus Leo: Iran Tetap Berkomitmen pada Diplomasi dan Solusi Damai
Menteri Energi AS: Selat Hormuz Dibuka Kembali Paling Lambat Akhir Musim Panas
FIFA Turun Tangan Gelar Pertemuan Darurat Usai Iran Terancam Dipersulit AS dan Kanada di Piala Dunia 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taspen Salurkan Gaji Dobel bagi Pensiunan PNS di Bulan Juni 2026, Simak Jadwal dan Besarannya
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Indonesia Perkuat Kolaborasi Jepang dalam Konferensi AI Cuaca dan Iklim Asia 2026
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Sindikat Narkoba Gang Langgar Samarinda Dibawa ke Bareskrim, 11 Orang Ditembak di Kaki
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Soleil Zephora Sudah Dibanjiri Kemewahan Sejak Baru Lahir, Dibedong Pakai Kain Prancis Seharga Rp 2 Juta
• 2 jam lalugrid.id
thumb
59 tahun Bulog menjaga napas pangan bangsa dari "badai zaman"
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.