NGANJUK, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya menganut prinsip bertetangga yang baik atau good neighbour policy dalam hubungan luar negeri.
Dia menyebut prinsip ini membuat Indonesia "tidak ribut" dengan negara-negara tetangga.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam acara peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dia menekankan prinsip bertetangga secara baik adalah penerapan politik luar negeri bebas aktif. Menurutnya, hubungan baik dengan negara-negara tetangga menghindarkan Indonesia dari konflik.
"Politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif, non-blok, dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik," kata Prabowo, dikutip dari siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden RI.
Baca Juga: Prabowo: Negara-Negara yang Merasa Lebih Hebat Kini Minta Beli Beras dari Indonesia
"We want to be the good neighbour and our policy is the good neighbour policy. (Kami ingin menjadi tetangga yang baik dan kebijakan kami adalah kebijakan bertetangga dengan baik.)"
Presiden menambahkan, prinsip politik luar negeri bebas aktif dan prinsip bertetangga dengan baik berasal dari budaya hormat di Indonesia.
Untuk mewujudkan perdamaian, Prabowo menyebut pemerintahannya telah menjalin perjanjian-perjanjian dengan negara-negara tetangga.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- natuna
- good neighbour policy
- politik bebas aktif
- negara tetangga
- peresmian museum marsinah





