VIVA – Mohamed Salah kembali melontarkan pernyataan tajam jelang perpisahannya dengan Liverpool pada akhir musim ini. Bintang asal Mesir itu mengaku kecewa melihat performa The Reds yang terus terpuruk dan meminta klub kembali pada identitas lamanya sebagai tim menyerang yang ditakuti lawan.
Salah memang menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Hubungannya dengan pelatih Arne Slot disebut tidak harmonis setelah dirinya beberapa kali hanya duduk di bangku cadangan.
Puncaknya terjadi saat Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa pada Jumat malam. Salah yang baru dimainkan di babak kedua tak mampu menyelamatkan tim dari kekalahan menyakitkan tersebut.
Beberapa waktu lalu, pemain berusia 33 tahun itu bahkan sempat merasa diperlakukan tidak adil oleh klub.
“Ini tidak bisa diterima buat saya. Saya tidak tahu kenapa ini terjadi kepada saya. Saya tidak mengerti. Saya pikir kalau ini terjadi di tempat lain, setiap klub pasti akan melindungi pemainnya,” kata Salah.
“Saya duduk di bangku cadangan selama 90 menit. Tiga kali beruntun tidak dimainkan, itu pertama kalinya dalam karier saya. Saya sangat kecewa karena saya sudah memberikan banyak hal untuk klub ini,” lanjutnya.
Kini, lewat unggahan di media sosial, Salah kembali menyampaikan isi hatinya. Ia mengaku sedih melihat Liverpool kehilangan identitas yang selama ini membuat mereka ditakuti di Eropa.
“Saya melihat klub ini berubah dari tim yang diragukan menjadi tim juara. Semua itu butuh kerja keras dan saya selalu melakukan segalanya untuk membantu klub mencapai titik itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga dari itu,” tulis Salah.
“Melihat kami kembali kalah musim ini sangat menyakitkan dan itu bukan yang pantas didapatkan para suporter. Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim heavy metal attacking yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim peraih trofi.”
Salah menegaskan filosofi permainan menyerang adalah identitas Liverpool yang tidak boleh hilang.
“Itulah sepakbola yang saya kenal dan identitas itu harus dikembalikan dan dipertahankan selamanya. Itu tidak bisa ditawar. Semua orang yang datang ke klub ini harus beradaptasi dengan identitas tersebut.”




