Pantau - Jannik Sinner mengejar sejarah Career Golden Masters saat menghadapi Casper Ruud pada final Italian Open 2026 di Roma yang dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 22.00 WIB.
Sementara Casper Ruud mengincar gelar pertamanya di ajang ATP Masters 1000 Roma.
Sinner datang ke final dengan dominasi penuh atas Ruud setelah unggul 4-0 dalam rekor pertemuan keduanya.
Petenis asal Norwegia itu bahkan belum pernah memenangkan satu set pun melawan Sinner.
Pada perempat final Roma tahun lalu, Sinner mengalahkan Ruud dengan skor telak 6-0, 6-1.
“Saya pikir dia bermain tenis jauh lebih baik saat ini, jadi saya pikir ini akan sangat sulit,” kata Sinner setelah mengalahkan Daniil Medvedev di semifinal.
Sinner menyebut Italian Open sebagai turnamen spesial bagi dirinya dan masyarakat Italia.
Sinner Dekati Rekor Bersejarah ATP Masters 1000Jika berhasil menjadi juara, Sinner akan bergabung dengan Novak Djokovic sebagai petenis yang menjuarai seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000 sejak format tersebut dimulai pada 1990.
Petenis nomor satu dunia itu juga datang ke final dengan catatan 33 kemenangan beruntun di ATP Masters 1000.
Sinner sebelumnya melampaui rekor Djokovic yang mencatat 31 kemenangan beruntun setelah mengalahkan Andrey Rublev.
Dalam enam bulan terakhir, Sinner berhasil meraih gelar Masters 1000 di Paris, Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid.
Ia menjadi petenis pertama dalam sejarah yang memenangi lima gelar ATP Masters 1000 secara beruntun.
Jika merebut gelar Masters 1000 ke-10 di Roma, Sinner akan menjadi petenis Italia pertama yang juara di Roma sejak Adriano Panatta pada 1976.
Sinner juga belum pernah kehilangan satu set pun dalam sembilan final ATP Masters 1000 yang berhasil ia menangi.
Casper Ruud Datang dengan Percaya Diri TinggiCasper Ruud melaju ke final dengan rasa percaya diri tinggi setelah menang 6-1, 6-1 atas Luciano Darderi di semifinal.
Ruud juga memiliki waktu pemulihan lebih panjang karena semifinal Sinner melawan Medvedev sempat tertunda hujan dan baru selesai pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam perjalanan menuju final, Ruud hanya sekali kehilangan lebih dari empat gim dalam satu set.
“Saya hanya harus mencoba mendekatinya seperti pertandingan lainnya. Mencoba untuk tidak memikirkan gelombang besar di depan,” ujar Ruud.
Ruud menyebut Sinner tetap manusia biasa meski sedang membangun momentum besar dan memecahkan berbagai rekor.
Ia mengatakan harus meningkatkan level permainan dua hingga tiga kali lipat untuk bisa mengimbangi Sinner.
Petenis berusia 27 tahun itu memiliki rekor 21 kemenangan dan enam kekalahan di Roma.
Ruud sebelumnya sudah tiga kali mencapai semifinal di Foro Italico.
Ruud juga pernah menjuarai ATP Masters 1000 Madrid musim lalu.
Dengan capaian final di Monte-Carlo, Madrid, dan Roma, Ruud menjadi petenis aktif keenam yang mencapai final di seluruh turnamen Masters 1000 lapangan tanah liat.




