Ekonom Soroti Deregulasi Prabowo, Sebut RI Sulit Lepas dari Pertumbuhan 5 Persen

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Suasana bongkar-muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (19/12/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/FAUZAN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom senior Didik J. Rachbini menilai Indonesia sulit keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, apabila investasi asing dan ekspor nasional masih tertinggal dibanding negara-negara pesaing di Asia Tenggara.

Menurut Didik, untuk keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi rendah, pemerintah perlu mempercepat reformasi birokrasi dan deregulasi guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.

“Jika kita hendak lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen, maka harus ada kebijakan untuk mencapai kinerja ekspor yang maksimal dan menarik investasi asing secara dinamis,” kata Didik dalam keterangan tertulis kepada Kompas.tv, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Purbaya Sentil Ekonom soal Pertumbuhan Ekonomi: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut Juga

Ia menyoroti lemahnya daya saing dan persoalan birokrasi yang dinilai masih menjadi hambatan utama masuknya investasi asing ke Indonesia.

Didik menyebut rasio investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) masih relatif rendah, yakni sekitar 1,8 persen.

Angka itu tertinggal dibanding Vietnam sebesar 4,2 persen dan Malaysia 3,7 persen.

“Untuk berinvestasi di Indonesia harus menunggu izin sangat lama, bahkan sampai satu hingga dua tahun. Sementara di negara lain hanya perlu hitungan minggu,” ujar Rektor Universitas Paramadina itu. 

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I, Purbaya Sebut RI Lepas dari Kutukan 5 Persen

Didik mengatakan, kondisi itu membuat sektor industri nasional gagal menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pertumbuhan ekonomi
  • kinerja ekspor indonesia
  • ekonomi vietnam
  • didik j rachbini
  • ekonom senior
  • deregulasi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Anwar cerita perbaikan toilet sekolah Malaysia hingga Rp4,4 triliun
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Kuba Kehabisan Stok BBM, Cadangan Minyak Kosong
• 33 menit lalukumparan.com
thumb
Investasi Asing ke RI Masih Rendah, Pembentukan Satgas Deregulasi Bisa Jadi Penolong?
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Gara-Gara Ditanya Masa Depannya di Manchester City, Guardiola Letakkan Mikrofon dan Pergi Meninggalkan Wawancara
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Perkuat Cabor Akurasi Bilah dan Kapak, PABKI Angkat Ketum Baru Tahun 2026-2030
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.