REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- AS dan Israel secara aktif mempersiapkan permusuhan baru dengan Iran dan dapat melanjutkan serangan paling cepat pekan depan. Demikian laporan The New York Times, mengutip sumber pejabat seperti dilansir RT, Sabtu (16/5/2026).
Dua pejabat Timur Tengah yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada NYT pada Jumat bahwa persiapan untuk serangan baru oleh Israel dan AS telah meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir. "Konflik dapat berlanjut paling cepat minggu depan," menurut sumber tersebut.
Baca Juga
Dua Negara Asia ini Dilirik Amerika Buat Bangun Kapal Perang
Dokumen Tetangga RI Bocor, Warga Australia Takut 2 Hal ini Jika Kapal Selam Nuklir AUKUS Berjalan
Hari Ini, BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar Diguyur Hujan
Pejabat AS mengatakan, opsi-opsi tersebut dapat mencakup serangan bom yang lebih agresif terhadap target militer dan situs infrastruktur Iran.
Opsi lain melibatkan 'penggerudukan' untuk merebut persediaan uranium yang diperkaya milik Teheran, yang diyakini terkubur di bawah tanah setelah pengeboman fasilitas nuklir Iran oleh AS pada Juni 2025.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan menyerang kembali Iran yang menandai ketidakpuasannya terhadap proposal Teheran.
Trump mengecam tanggapan Iran terhadap proposal Amerika akhir pekan lalu dan menyebutnya sebagai “sampah”.
Sudah menjadi rahasia umum, negosiasi tak langsung antara Iran dan Gedung Putih Trump telah berjalan buntu sejak gencatan senjata yang rapuh ditetapkan pada Apri atau lebih dari sebulan setelah permusuhan.
Kedua negara berulang kali menolak tuntutan pihak ketiga sebagai tidak realistis. Baik Teheran maupun Washington masih bersikeras bahwa mereka memegang kendali.
Pada saat sama, gangguan terus berlanjut di Selat Hormuz, yang sangat memengaruhi pelayaran global dan menyebabkan kekurangan minyak di seluruh dunia. Meskipun Iran telah mengumumkan mekanisme sendiri untuk mengatur lalu lintas maritim di jalur air tersebut, Washington telah menolak skema tersebut dan memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan Iran sebagai balasan.
Iran siap ladeni AS
Teheran mengaku siap untuk memberikan tanggapan yang pantas terhadap agresi AS-Israel.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)