CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Serangan udara militer Israel di Jalur Gaza menewaskan panglima tertinggi sayap militer Hamas, Izz al-Din al-Haddad.
Mengutip Bloomberg Technoz, Ahad (17/5), kematian Haddad menjadi kehilangan pejabat paling senior Hamas sejak kesepakatan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada Oktober lalu.
Militer Israel pada Sabtu (16/5) menyatakan Haddad tewas dalam “serangan presisi” yang dilakukan di Kota Gaza sehari sebelumnya.
Reuters melaporkan, meski gencatan senjata telah berlaku, Israel masih beberapa kali melancarkan serangan ke wilayah Gaza.
Hamas kemudian mengonfirmasi kematian Haddad melalui pernyataan resmi. Kelompok itu menyebut Haddad, yang lahir pada 1970, tewas bersama istri dan anak perempuannya. Hamas menggambarkan Haddad sebagai tokoh penting yang memimpin operasi tempur di lapangan.
Prosesi pemakaman Haddad bersama istri dan putrinya yang berusia 19 tahun digelar pada Sabtu di Masjid Syuhada Al Aqsa, Gaza tengah.
Sementara itu, tim medis setempat melaporkan Israel melancarkan sedikitnya dua serangan di Gaza pada Jumat yang menewaskan tujuh warga Palestina, termasuk tiga perempuan dan satu anak-anak. Sumber Palestina menyebut Haddad tewas setelah serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan apartemen.
Sumber: Bloomberg Technoz, Reuters




