Serangan Udara Israel Tewaskan Komandan Hamas dan Keluarganya di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Warga Palestina menghadiri pemakaman Izz al-Din al-Haddad, pemimpin Brigade Qassam Hamas, beserta putri dan istrinya di Kota Gaza, Sabtu, 16 Mei 2026. Mereka tewas dalam serangan Israel pada Jumat malam. (Sumber: Foto AP/Abdel Kareem Hana)

GAZA, KOMPAS.TV — Agresi udara yang dilancarkan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa. Pada Jumat (15/5/2026) lalu, serangan tersebut menewaskan Izz al-Din al-Haddad, salah satu komandan senior sekaligus pemimpin sayap militer Hamas. 

Tidak hanya menyasar al-Haddad, bom-bom Israel juga merenggut nyawa istri, putri, dan empat warga Palestina lainnya yang berada di lokasi kejadian.

Dilansir dari Associated Press, Minggu (17/5/2026), juru bicara Hamas, Hazem Qassem, melalui media sosial resmi telah mengonfirmasi kematian al-Haddad. 

Baca Juga: Anak Pemimpin Senior Hamas Dibunuh Israel di Gaza, PKB Sampaikan Belasungkawa

Pihak keluarga juga membenarkan bahwa istri dan anak perempuan al-Haddad ikut gugur dalam serangan udara tersebut. 

Tragedi ini menambah kedukaan bagi keluarga al-Haddad, yang mana dua putra mereka telah lebih dulu gugur pada fase awal perang.

Pada Sabtu (16/5/2026) waktu setempat, ribuan pelayat menghadiri prosesi pemakaman al-Haddad di Kota Gaza. 

Suasana emosional menyelimuti pelepasan jenazah yang dibalut dengan bendera Palestina dan bendera Hamas, sebagai simbol penghormatan atas dedikasinya dalam garis perlawanan terhadap pendudukan.

Izz al-Din al-Haddad merupakan tokoh penting dalam struktur perlawanan Palestina. 

Ia bergabung dengan Hamas sejak awal berdirinya gerakan tersebut pada dekade 1980-an. 

Al-Haddad merupakan anggota Dewan Militer Tertinggi Hamas dan pernah memimpin seksi Majd dalam Brigade Al-Qassam—sebuah unit yang bertugas mengamankan internal Gaza dari infiltrasi dan kolaborator Israel.

Di sisi lain, militer Israel mengeklaim al-Haddad sebagai salah satu arsitek tersisa dari operasi 7 Oktober 2023.

Pihak Israel menuduh al-Haddad menggunakan tawanan sebagai perisai selama perang berlangsung, sebuah klaim sepihak yang sering dikeluarkan militer Israel untuk melegitimasi serangan di kawasan padat penduduk. 

Baca Juga: Warga Palestina Peringati 78 Tahun Nakba, Sebut Genosida Israel di Gaza Lebih Parah

Kepala Staf Militer Israel menyebut pembunuhan ini sebagai "operasi signifikan" dan menyatakan akan terus memburu tokoh-tokoh perlawanan lainnya.

Gencatan Senjata yang Rapuh dan Krisis Gaza

Pembunuhan al-Haddad terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang kian rapuh dan berada di ujung tanduk. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • Hamas
  • Israel
  • Gaza
  • Tepi Barat
  • komandan Hamas tewas
  • serangan Israel
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PABKI Tetapkan Brigjen Pol Victor Alexander Lateka sebagai Ketum 2026-2030
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Mojang Priangan & Akademi Persib Juara Hydroplus Soccer League Bandung
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pernyataan Berkelas Arbeloa Usai Bos Real Madrid Terpincut Mourinho
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Bamsoet Puji Event Tinju Antar Pelajar Jadi Solusi Tekan Kekerasan
• 15 jam laludetik.com
thumb
WHO Konfirmasi 10 Kasus Hantavirus di Seluruh Dunia, Risiko Penularan Rendah
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.