Jakarta, tvOnenews.com - Nama Josepha Alexandra atau Ocha terus menjadi perhatian publik setelah polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat ramai diperbincangkan di media sosial.
Di tengah kontroversi tersebut, Josepha Alexandra justru mendapat tawaran beasiswa kuliah gratis ke China dari anggota MPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.
Polemik bermula ketika jawab Ocha dalam lomba cerdas cermat MPR itu disalahkan oleh dewan juri. Publik pun menyoroti keputusan dua juri, yakni Dyastasita WB dan Indri Wahyuni.
Dyastasita mengurangi lima poin dari jawaban Josepha Alexandra karena dianggap keliru. Namun, keputusan itu menuai kritik lantaran regu lain disebut memperoleh tambahan nilai untuk jawaban yang serupa.
Sementara itu, Indri Wahyuni menyatakan jawaban Josepha Alexandra tidak dapat diterima karena pengucapannya dianggap kurang jelas. Keputusan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial karena banyak warganet menilai Ocha sebenarnya telah memberikan jawaban yang benar.
Respons Josepha Alexandra yang menyampaikan protes terhadap keputusan juri juga menuai simpati masyarakat. Perhatian publik terhadap kasus itu kemudian sampai kepada Rifqinizamy Karsayuda yang menawarkan bantuan pendidikan kepada Dyastasita WB.
"Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China," katanya.
Tak hanya menawarkan biaya kuliah, Rifqinizamy juga menjanjikan peluang kerja setelah Ocha menyelesaikan pendidikan di luar negeri.
"Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," katanya.
Menanggapi tawaran tersebut, ayah Josepha Alexandra, Andre Kuncoro, mengatakan pihak keluarga belum mengambil keputusan terkait beasiswa tersebut. Ia menyebut pilihan akhir akan ditentukan oleh putrinya sendiri.
"Kalau memang Ocha mau, kami dukung," katanya.
Andre Kuncoro menyebut keluarga mulai mempertimbangkan persiapan tambahan apabila Josepha Alexandra nantinya menerima tawaran tersebut, termasuk kursus bahasa Mandarin.
"Kemungkinan nanti kursus Mandarin untuk persiapan," ujarnya.
Di sisi lain, konten kreator Bima Yudho justru menyarankan agar Josepha Alexandra tidak menerima tawaran beasiswa tersebut. Menurutnya, langkah itu terkesan sebagai bagian dari upaya meredam polemik yang berkembang usai kontroversi lomba.




