Eropa dan Asia Genjot Impor Batu Bara untuk Gantikan Gas Alam Timteng

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pengiriman batu bara global melonjak pada Maret dan April di tengah gejolak energi dunia.

Eropa dan Asia Genjot Impor Batu Bara untuk Gantikan Gas Alam Timteng. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Pengiriman batu bara global melonjak pada Maret dan April di tengah gejolak energi dunia.

Dilansir dari OilPrice pada Minggu (17/5/2026), para pembeli berebut bahan bakar fosil tersebut di tengah gangguan besar pasokan minyak dan gas dari Timur Tengah.

Baca Juga:
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri

Tren ini semakin meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Pengiriman batu bara global diperkirakan mencapai level bulanan tertinggi ketiga dalam sejarah bulan ini, menurut perkiraan platform analitik Kpler yang dikutip oleh the Financial Times.

Setelah gangguan pasokan minyak dan gas terburuk dalam sejarah, batu bara kembali diminati. Bahkan negara yang sebelumnya percaya bahwa penggunaan batubara akan mengalami penurunan permanen pun meningkatkan impor.

Baca Juga:
Pacu Hilirisasi Industri Logam, 28 Smelter Mineral dan Tujuh Pengolahan Batu Bara Dibangun

Sebagai contoh, bulan lalu pengiriman batu bara ke Korea Selatan, Jepang, dan Uni Eropa melonjak 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari asosiasi pemilik kapal BIMCO.

Para importir Asia dan blok Eropa sedang berebut alternatif pasokan gas alam dari Timur Tengah, yang saat ini terperangkap di Teluk akibat lumpuhnya pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga:
Purbaya Usahakan Bea Keluar Batu Bara dan Nikel Berlaku Juni 2026

Qatar, salah satu produsen LNG terbesar juga menghentikan produksi sejak 2 Maret. Kompleks LNG terbesar di dunia, Ras Laffan, mengalami kerusakan akibat serangan rudal.

"Penutupan Selat Hormuz telah mengganggu pengiriman LNG dari Teluk Persia dan telah berkontribusi pada penurunan 8 persen year-on-year dalam pengiriman LNG global melalui laut pada April," kata BIMCO.

Korea Selatan telah menunda penonaktifan pembangkit listrik tenaga batu bara di tengah guncangan minyak dan gas yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.

Para analis di Wood Mackenzie mengatakan bahwa kekhawatiran tentang keamanan energi menggeser respons kebijakan, mempercepat penggunaan batu bara di pasar-pasar utama Asia dan Eropa, dan menunda penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi Siagakan 22 Pos Pantau di Kota Tangerang
• 12 jam laludetik.com
thumb
Manchester United Capai Kesepakatan dengan Michael Carrick hingga 2028
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Pernyataan Berkelas Arbeloa Usai Bos Real Madrid Terpincut Mourinho
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Banjir dan Longsor Terjang Mamasa Sulawesi Barat, 8 Rumah Rusak | KOMPAS MALAM
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Laurin Ulrich Disebut Masuk Daftar 6 Pemain Diaspora Incaran John Herdman untuk Timnas Indonesia, Gelandang VfB Stuttgart di Bundesliga 2
• 1 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.