REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin bersiap memburu gelar juara BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026 saat menghadapi unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, pada partai final di Nimibutr Stadium, Bangkok, Ahad (17/5/2026) siang. Laga ini menjadi momentum penting bagi Leo/Daniel yang langsung menembus final pertama setelah kembali dipasangkan tahun ini.
Pasangan Merah Putih melaju ke partai puncak seusai menyingkirkan wakil China He Ji Ting/Ren Xiang Yu dua gim langsung 21-15, 21-18 pada semifinal, Sabtu (16/5/2026). Kemenangan dalam tempo 44 menit itu sekaligus menjadi final pertama Leo/Daniel dalam dua tahun terakhir dan memberi sinyal positif atas kebangkitan pasangan yang sempat dipisahkan tersebut.
- Indonesia Loloskan Sejumlah Wakil ke Babak Kedua Thailand Open, Ada Ubed dan Jafar/Felisha
- Comeback Daniel Berbuah Kemenangan pada Babak Pertama Thailand Open 2026
- Leo/Daniel Kembali Berpasangan, Indonesia Punya 17 Wakil di Thailand Open 2026
Daniel mengaku chemistry mereka cepat kembali terbentuk karena sudah pernah lama bermain bersama sebelumnya. Menurut dia, kesamaan visi untuk kembali meraih gelar menjadi modal penting dalam perjalanan mereka di Thailand Open 2026.
“Kami kan sudah pernah berpasangan walaupun sempat berpisah. Jadi setelah disatukan lagi, kami tidak perlu banyak adaptasi. Sekarang kami juga punya tujuan yang sama, ingin juara bareng,” kata Daniel dalam keterangan tertulis PBSI. .rec-desc {padding: 7px !important;}Pada laga semifinal, Leo/Daniel sempat kesulitan menemukan ritme permainan pada awal gim pertama akibat tempo lambat yang dikendalikan pasangan China. Namun, selepas interval, mereka mampu membalikkan keadaan lewat variasi serangan cepat dan pertahanan solid hingga membuka jarak 17-11 sebelum merebut gim pertama 21-15.
Gim kedua berlangsung lebih ketat dengan He/Ren beberapa kali memaksa reli panjang. Daniel tampil menonjol melalui pertahanan disiplin dan penyelesaian akhir efektif, termasuk smes lurus keras yang membawa pasangan Indonesia merebut match point pada kedudukan 20-18. Leo juga memuji aksi penyelamatan Daniel pada poin krusial 15-13 yang dinilai menjadi momentum penting kemenangan mereka. “Dia sempat terjatuh lalu bangun dan menyambar di depan net, itu luar biasa,” ujar Leo.
Daniel mengaku bersyukur dapat langsung menembus final pada turnamen pertamanya setelah absen panjang akibat cedera. Sementara Leo memberikan apresiasi atas penampilan rekannya yang mampu kembali kompetitif setelah menepi selama sekitar satu tahun. Meski demikian, keduanya menegaskan belum ingin cepat puas karena masih ada tantangan berat di partai final.
Menghadapi Rankireddy/Shetty, Leo/Daniel menilai kewaspadaan penuh akan menjadi kunci, terutama dalam mengantisipasi kekuatan serangan lawan dan kondisi lapangan yang berubah-ubah akibat arah angin serta karakter shuttlecock. Pasangan India itu lolos ke final setelah mengalahkan wakil Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin 19-21, 22-20, 21-16. Leo menegaskan mereka harus siap dari segala sisi, sedangkan Daniel berharap konsistensi yang mulai terbentuk di Bangkok dapat terus terjaga untuk turnamen-turnamen berikutnya.
A post shared by Badminton Indonesia (@badminton.ina)




