Dunia Terkejut! Trump Klaim Xi Jinping Setuju Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

erabaru.net
15 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping kembali memicu perhatian dunia internasional setelah muncul sejumlah pernyataan mengejutkan terkait Iran, konflik Timur Tengah, hingga hubungan dagang Washington–Beijing.

Dalam wawancara bersama media Amerika, Fox News, pada malam sebelum agenda pertemuan resmi berlangsung di Beijing pada Selasa malam, 12 Mei 2026, Trump mengungkap bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan penting dengan Xi Jinping mengenai situasi geopolitik global yang semakin memanas, khususnya terkait Iran dan keamanan kawasan Teluk.

Menurut Trump, Xi Jinping secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas karena selama bertahun-tahun Tiongkok dikenal sebagai salah satu mitra strategis utama Teheran, terutama dalam bidang energi dan perdagangan.

Trump bahkan mengklaim bahwa Beijing berjanji tidak akan lagi memasok perlengkapan militer kepada Iran. Jika benar diterapkan, langkah tersebut dinilai dapat menjadi perubahan besar dalam peta kekuatan geopolitik Timur Tengah.

“Saya menganggap itu sebagai pengumuman besar,” ujar Trump dalam wawancara tersebut kepada media Amerika.

Xi Jinping Disebut Siap Bantu Redakan Konflik AS–Iran

Selain membahas isu nuklir Iran, Trump juga mengatakan bahwa Xi Jinping menawarkan bantuan untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa pekan terakhir terus mengalami eskalasi.

Sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2026, ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah serangkaian insiden militer, serangan drone, ledakan fasilitas strategis, hingga gangguan jalur pelayaran internasional terjadi di sekitar Selat Hormuz.

Trump menyebut Tiongkok siap membantu membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang beberapa waktu terakhir terganggu akibat meningkatnya aktivitas militer di kawasan tersebut.

Menurut Trump, Beijing juga menolak rencana Iran yang disebut ingin mengenakan biaya tambahan kepada kapal-kapal internasional yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur sempit tersebut setiap harinya. Karena itu, setiap gangguan keamanan di kawasan tersebut selalu berdampak besar terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi global.

Sejumlah analis menilai apabila Tiongkok benar-benar mengambil posisi yang lebih keras terhadap Iran, maka Teheran bisa menjadi pihak yang paling dirugikan dalam perubahan geopolitik terbaru ini.

Tiongkok Disebut Mulai Kurangi Ketergantungan Energi dari Timur Tengah

Selama bertahun-tahun, Tiongkok dikenal sebagai salah satu pembeli utama minyak Iran, bahkan ketika banyak negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.

Namun dalam wawancara tersebut, Trump mengklaim bahwa Beijing kini mulai mengubah arah strategi energinya.

Menurut Trump, Tiongkok disebut akan meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat, termasuk minyak mentah dari Alaska, sambil secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari Timur Tengah yang dianggap semakin tidak stabil akibat konflik berkepanjangan.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Beijing mulai memprioritaskan stabilitas ekonomi jangka panjang dibanding mempertahankan hubungan strategis penuh dengan Iran.

Jika langkah ini benar-benar diwujudkan, maka Iran berpotensi kehilangan salah satu pasar energi terbesarnya di tengah tekanan sanksi internasional yang terus meningkat.

Trump Klaim Beijing Siap Beli 200 Pesawat Boeing

Di bidang ekonomi, Trump juga mengungkap bahwa Tiongkok berkomitmen meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika Serikat dalam jumlah besar.

Selain itu, Beijing disebut siap membeli sekitar 200 pesawat berbadan besar produksi Boeing sebagai bagian dari kerja sama ekonomi baru antara kedua negara.

Rencana pembelian pesawat tersebut dinilai dapat menjadi dorongan besar bagi industri penerbangan Amerika Serikat yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan global dan persaingan ketat di pasar internasional.

Trump juga menyebut pembicaraan dengan Xi Jinping berlangsung dalam suasana yang cukup positif dan terbuka, meski kedua negara sebelumnya sempat mengalami ketegangan panjang dalam isu perdagangan, teknologi, Taiwan, serta keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Isu Fentanyl Ikut Jadi Fokus Pembahasan

Selain Iran dan perdagangan, Trump mengatakan Tiongkok juga bersedia bekerja sama untuk menghentikan arus penyelundupan fentanyl ke Amerika Serikat.

Fentanyl merupakan opioid sintetis yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sumber krisis kesehatan terbesar di Amerika Serikat akibat tingginya angka overdosis dan kematian.

Washington sebelumnya berulang kali menuduh jaringan pemasok bahan baku fentanyl berasal dari Tiongkok dan digunakan kartel narkoba internasional untuk memproduksi obat ilegal yang kemudian diselundupkan ke Amerika Serikat.

Karena itu, kesediaan Beijing untuk bekerja sama dalam isu tersebut dinilai sebagai salah satu poin penting dalam upaya memperbaiki hubungan kedua negara.

Sorotan Publik Tertuju pada Bahasa Tubuh Delegasi

Di luar isi pembicaraan politik dan ekonomi, publik internasional juga ramai membahas suasana pertemuan antara delegasi Amerika Serikat dan Tiongkok yang dinilai menunjukkan kontras mencolok.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pejabat Tiongkok tampak sangat berhati-hati dan tegang selama acara berlangsung.

Sebaliknya, rombongan Amerika terlihat lebih santai dan percaya diri saat menghadiri rangkaian kegiatan resmi.

Beberapa pejabat AS bahkan terlihat bercanda ringan di sela acara. Miliarder teknologi Elon Musk disebut terlihat berjalan sambil memainkan ponsel dan mengambil gambar di area kegiatan.

Banyak warganet kemudian menilai suasana tersebut mencerminkan dominasi psikologis delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Tiongkok yang secara langsung mengonfirmasi seluruh klaim yang disampaikan Trump dalam wawancara tersebut. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata Prabowo yang Dibuat Pemerintah Kini Harus Dinilai 20 Tahun Lagi
• 21 jam laludetik.com
thumb
Sebutan PCOS Berganti Menjadi PMOS, Diagnosis dan Pengobatan Dinilai Jadi Lebih Tepat
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Persijap Jepara Vs Borneo FC
• 9 jam lalubola.com
thumb
Detik-detik 3 Pemotor Terbang usai Hantam Tiang Buntut Dikejar Kelompok Bersenjata di Tambora
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Jelang Idul Adha, Hilal Awal Zulhijah Dipantau di 88 Titik
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.