Pengakuan Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Feri bin Daeng Rumpa, pria yang menyekap dan memperkosa mahasiswi salah satu kampus swasta di Kota Makassar, mengakui perbuatannya. Pengakuan itu disampaikannya sesaat setelah ia ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (16/5).

Dalam video yang diterima, Feri nampak dibawa menggunakan sebuah mobil. Dia diapit oleh dua polisi. Di dalam mobil itu, Feri diinterogasi.

"Tahu (salah). Penyekapan Pak," kata Feri.

Feri mengaku sebagai warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia juga sebut telah melakukan penyekapan dan dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi yang sedang mencari pekerjaan.

Korban disekap di salah satu rumah kontrakan di kawasan Barombong, Kota Makassar. Saat disekap, tangan korban diikat, mulut disumpal kain, lalu diperkosa. Pengakuan Feri, dia memperkosa korban selama satu hari.

Setelah aksinya terbongkar, Feri mengaku kabur langsung ke Kota Surabaya melalui jalur laut. Ia di Surabaya bermaksud untuk bersembunyi dan juga mencari pekerjaan. Dia ditangkap persis saat turun dari kapal.

"(Ke Surabaya) mau cari kerja, Pak," ucap dia.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan pelaku langsung diterbangkan ke Makassar setelah berhasil ditangkap, untuk proses hukum lebih lanjut.

"Ia ditangkap tanpa perlawanan saat turun dari kapal di Surabaya. Lalu, langsung diterbangkan ke Kota Makassar, malam tadi tiba," kata Arya kepada wartawan, Minggu (17/5).

Arya menjelaskan, pelaku DR berhasil kabur dari lokasi penyergapan di lokasi kejadian. Lalu, pria asal Kabupaten Bulukumba itu, melarikan diri ke Surabaya melalui jalur laut. Tetapi, pelarian pelaku berhasil dideteksi sehingga ditangkap.

"Ia kabur ke Surabaya karena mengetahui dirinya sedang dicari," tandasnya.

Saat ini, pelaku telah ditahan di Rutan Polrestabes Makassar.

Sebelumnya, seorang mahasiswi salah satu kampus swasta di Kota Makassar, Sulsel menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di salah satu rumah di perumahan elite. Peristiwa tersebut terjadi saat korban mencari pekerjaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Ditangguhkan, Bursa Saham Iran Dijadwalkan Kembali Dibuka Selasa 19 Mei
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
KH Imam Jazuli Dorong Pesantren dan NU Perkuat Budaya Riset dan Inovasi
• 21 jam laludisway.id
thumb
Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen
• 29 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemuda di Yogya Tewas, Diduga Jadi Korban Klitih
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Wali Kota Eri Cahyadi Resmi Kukuhkan SK Dewan Kebudayaan Surabaya
• 20 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.