Di Rakernas SOKSI, Bahlil Tegaskan Tolak Dikotomi di Internal Golkar

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan menolak dikotomi kepemimpinan atau sistem kasta di internal partai. Hal itu dinilai bisa memberikan dampak buruk terhadap partai berlogo pohon beringin tersebut.

"Ketika kita membangun dikotomi dalam sebuah pola kepemimpinan politik di Partai Golkar, itu sama dengan kita menutup peluang baru dalam rangka meningkatkan kekuatan basis politik kita," kata Bahlil melalui keterangan tertulis, Minggu, 17 Mei 2026.

Hal itu disampaikan Bahlil saat menghadiri penutupan Rakernas I dan Rapimnas I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Tahun 2026 serta pengukuhan pengurus Depinas SOKSI masa bakti 2025-2030 di Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekjen DPP Partai Golkar M Sarmuji, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily, dan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Daniel Mutaqien.

Menteri ESDM itu menegaskan, Golkar merupakan wadah politik yang sangat inklusif. Menurut dia, Golkar terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Papua tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun kasta. 

Untuk itu, kompetisi yang sehat akan terus dibangun di internal Golkar. Sehingga dapat memberikan kesempatan yang sama bagi setiap kader yang memiliki komitmen dan kompetensi tinggi.

Baca Juga :

Adela Kanasya Adies Dilantik Jadi Anggota DPR Pengganti Adies Kadir
Selain itu, Bahlil menilai SOKSI ujung tombak Golkar dalam menghasilkan tokoh-tokoh yang sangat dibutuhkan. Dia berharap organisasi sayap Partai Golkar itu segera melakukan konsolidasi meningkatkan kualitas kader.

"Saya harapkan SOKSI segera melakukan konsolidasi kerja lapangan dalam rangka meningkatkan kualitas kader dan sekaligus bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan kursi nanti di parlemen di semua tingkatan, DPR RI, DPRD provinsi hingga kabupaten kota," ungkap Bahlil. 

Eks Menteri Investasi itu juga meminta agar kader-kader SOKSI memberikan kontribusi terbaiknya dalam mewarnai sistim politik nasional ke depan. "Acara ini adalah bentuk konsolidasi yang sangat dibutuhkan," tegasnya.

Selain itu, Bahlil berharap SOKSI untuk kembali pada khitah perjuangannya. Yakni, sebagai dapur pengkaderan utama yang menyuplai tokoh-tokoh bangsa berkualitas bagi Partai Golkar.

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Foto: MI.

Eks Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu menekankan bahwa SOKSI sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) pendiri harus aktif memboboti partai dengan melahirkan kader-kader yang kritis dan vokal, bukan sekadar menjadi pengikut (follower). Menurut dia, rekrutmen dan kaderisasi yang matang di tingkat internal dinilai sebagai kunci utama untuk meningkatkan kualitas dan performa politik Golkar di masa depan.

"Jadi SOKSI harus memboboti partai. Golkar dasar akarnya salah satu di antaranya adalah SOKSI. Bukan Golkar-nya yang memboboti SOKSI, tapi SOKSI yang harus memboboti Golkar. Ini," ujar Bahlil.

Sementara itu, Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun, kembali menegaskan posisi SOKSI sebagai bagian tak terpisahkan dari Golkar. Dalam kesempatan itu, Misbakhun mengapersiasi Bahlil yang secara tegas menetapkan bahwa SOKSI hanya ada satu, yaitu yang didirikan oleh Prof Dr Suhardiman.

“Keputusan itu membuat kami bisa menyelenggarakan Rakernas dan Rapimnas hari ini. Ini menjadi kebanggaan dan komitmen seluruh kader SOKSI untuk tetap solid dan utuh bersama Partai Golkar,” kata Misbakhun.

Ketua Komisi XI DPR itu menegaskan bahwa keputusan ini menghapus keraguan dan menguatkan legitimasi organisasi dalam menghadapi agenda-agenda besar politik nasional.

Misbakhun juga menegaskan bahwa SOKSI memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam menentukan sikap dan kebijakan sistem pemilu ke depan. Ia meyakini bahwa keputusan yang diambil akan memberikan keuntungan strategis bagi Partai Golkar dan kepentingan bangsa.

“Kami mempercayakan sepenuhnya kepada Ketua Umum Partai Golkar untuk mengambil kebijakan apa pun terhadap sistem pemilu legislatif maupun Pilkada,” ungkap Misbakhun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 17 Mei 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Guyon soal Dolar: Selama Purbaya Masih Senyum, Ekonomi RI Aman
• 20 jam laludisway.id
thumb
Tak Mau Jauh dari Rakyat, Prabowo Minta Pindad Desain Mobil Khusus Kepresidenan Biar Bisa Salaman
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
YouTube Perluas Alat Deteksi Deepfake AI untuk Semua Kreator
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Link Live Hasil Sidang Isbat Lebaran Iduladha 2026, Sore Ini Pukul 18.00 WIB
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.