Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku pasar kini mengarahkan perhatiannya ke prospek positif tinjauan aksesibilitas pasar Indonesia oleh MSCI pada Juni 2026.
Equity Analyst Mirae Asset Sekuritas Wilbert Arifin mengatakan meskipun pasar akan mengalami tekanan jangka pendek usai pengumuman rebalancing MSCI baru-baru ini, dia meyakini fase terburuk telah berlalu dan sentimen pasar akan pulih secara bertahap.
"Katalis positif berikutnya yang dinanti adalah tinjauan aksesibilitas pasar pada bulan Juni, yang kami harapkan akan mencabut kebijakan pembekuan sehingga inklusi saham baru dan mitigasi bobot ke atas dapat kembali terjadi bagi sekuritas Indonesia," ujarnya dalam analisisnya, dikutip, Minggu (17/5/2026).
Sejalan dengan pandangan terbaru Mirae Asset Sekuritas, risiko buruk mengenai reklasifikasi Indonesia ke pasar Frontier kini secara efektif telah hilang. Tekanan yang tersisa hanyalah residu dari penurunan bobot indeks.
Adapun dalam analisisnya, Wilbert menyebut MSCI bergerak lebih cepat dari perkiraan pasar dalam merespons penurunan free float sejumlah emiten Indonesia. Penyesuaian dilakukan berdasarkan pengungkapan kepemilikan lebih dari 1% dari data KSEI.
Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan risiko ini baru akan muncul pada tinjauan Agustus 2026. Dengan penyesuaian yang ditarik lebih awal ke Mei, dia menilai tidak ada lagi emiten tambahan yang berisiko terkena faktor serupa pada tinjauan berikutnya.
Dia mengestimasikan dampak penyesuaian ini terhadap posisi Indonesia di pasar global terkait dengan penurunan bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets diperkirakan merosot dari 0,7% menjadi 0,5% atau turun sekitar 27%.
Tak hanya itu, potensi outflow atau arus dana keluar dari gabungan investor aktif dan pasif akibat eksklusi ini mencapai sekitar US$1,7 miliar. Bahkan total outflow secara keseluruhan bisa mencapai US$ 2,8 miliar jika memperhitungkan potensi penurunan bobot (downweight) pada konstituen lainnya.
Dalam review terbarunya, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Namun, saham AMRT masuk ke MSCI Global Small Cap Index.
MSCI juga menghapus saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index, termasuk ANTM, AALI, BSDE, SIDO, MIKA, dan TKIM. Seluruh perubahan efektif berlaku mulai 1 Juni 2026.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





