Bisnis.com, JAKARTA — PT Toyota Astra Motor (TAM) mengakui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai memengaruhi permintaan terhadap sejumlah model kendaraan diesel perseroan, seperti Fortuner, Innova Reborn, hingga Hilux Rangga.
Marketing Director Toyota Astra Motor Bansar Maduma mengatakan perseroan masih terus memantau dampak kenaikan harga BBM terhadap pasar mobil diesel sekaligus menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga penjualan.
“Kami terus memonitor, pastinya ada [penurunan]. Apalagi sekarang mesin diesel modern memang mewajibkan penggunaan Pertadex atau Dexlite yang harganya naik hampir dua kali lipat,” ujar Bansar di Jakarta, dikutip Minggu (17/5/2026).
Lebih lanjut, dia menjelaskan Toyota mulai menawarkan alternatif kendaraan lain yang lebih efisien kepada konsumen yang khawatir dengan biaya operasional akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
“Misalnya ada konsumen yang khawatir terhadap kenaikan harga diesel, berpindah ke model Toyota lain seperti hybrid atau bensin, kami akan terus memenuhi kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pertamina telah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sejak 4 Mei 2026. Harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex sebesar Rp27.900 per liter.
Menurut Bansar, kondisi tersebut membuat konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, termasuk lini mobil hybrid milik Toyota.
“Kami juga melihat tren kenaikan di mobil-mobil hybrid Toyota, bukan hanya Veloz, tetapi juga Zenix dan model hybrid lainnya,” pungkas Bansar.
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif nasional dengan penjualan wholesales sebanyak 86.270 unit sepanjang Januari—April 2026.
Adapun lima model dengan kontribusi wholesales terbesar Toyota pada periode tersebut yakni Kijang Innova sebanyak 21.079 unit, Avanza 12.351 unit, Rush 10.946 unit, Calya 10.758 unit, dan Veloz HEV sebesar 6.134 unit.





